Rendahnya Kesadaran jadi Pemicu Tingginya Kecelakaan di Sulbar
- 11 Jun 2026 10:46 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat menilai rendahnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas masih menjadi faktor utama yang memicu tingginya risiko kecelakaan di jalan raya. Selain itu, budaya tertib berlalu lintas yang belum mengakar serta sejumlah persoalan infrastruktur turut menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Ps. Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda Sulbar, KOMPOL Febrian Eko Putra, mengatakan persoalan keselamatan lalu lintas tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor, melainkan kombinasi berbagai aspek yang saling berkaitan.
Menurutnya, kesadaran pengendara untuk mematuhi aturan lalu lintas masih perlu ditingkatkan. Di sisi lain, budaya tertib berlalu lintas belum sepenuhnya menjadi kebiasaan yang melekat di tengah masyarakat.
“Yang pertama adalah kesadaran dari pengendara. Kemudian budaya tertib berlalu lintas itu belum mengakar di masyarakat,” kata Febrian, Kamis, 11 Juni 2026.
Ia menjelaskan, kondisi infrastruktur jalan juga menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian. Meski tidak seluruhnya dalam kondisi buruk, masih terdapat sejumlah ruas yang dinilai belum didukung fasilitas dan kapasitas yang memadai untuk mengimbangi pertumbuhan kendaraan bermotor yang terus meningkat.
“Peningkatan jumlah kendaraan tidak sebanding dengan kapasitas jalan. Kenapa banyak jalan rusak? Karena jumlah kendaraan meningkat, sementara kapasitas jalannya tidak bertambah,” ujarnya.
Febrian menambahkan, perilaku pengemudi di jalan turut berkontribusi terhadap tingginya potensi kecelakaan lalu lintas. Pelanggaran aturan, kurangnya disiplin, hingga sikap abai terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lain masih sering ditemukan.
Selain faktor teknis dan perilaku pengendara, Ditlantas Polda Sulbar juga menyoroti pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan dalam menciptakan sistem transportasi yang aman dan berkelanjutan.
Menurutnya, penanganan persoalan keselamatan jalan tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, instansi teknis, hingga masyarakat.
“Harus ada sinergitas antarsektor. Terkadang masih ada ego sektoral. Merasa paling berwenang atau paling tahu. Itu yang harus dikesampingkan agar upaya peningkatan keselamatan lalu lintas bisa berjalan lebih efektif,” tegasnya.
Ditlantas Polda Sulbar berharap seluruh pihak dapat memperkuat kolaborasi dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas. Langkah tersebut dinilai penting mengingat keselamatan jalan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan dari berbagai sektor, baik melalui peningkatan infrastruktur, edukasi masyarakat, maupun penegakan hukum yang konsisten.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....