Darurat Narkoba Manado: Sabu Melonjak, Dikendalikan dari dalam Lapas
- 07 Mei 2026 17:19 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Kota Manado kini berada dalam status waspada tinggi terhadap peredaran narkotika. Polresta Manado melaporkan adanya lonjakan signifikan barang bukti sabu dalam empat bulan pertama tahun 2026, di mana jaringan ini diduga kuat dikendalikan oleh narapidana dari balik jeruji besi.
Kasat Reserse Narkoba Polresta Manado, KOMPOL Hilman Muthalib, mengungkapkan bahwa modus operandi pelaku kini semakin canggih, mulai dari media sosial hingga pengendalian dari lembaga pemasyarakatan.
"Kami berhasil mengungkap satu jaringan yang terkait dengan salah satu lapas di Manado. Pengendalinya justru dari dalam lapas. Orang yang di luar berperan sebagai pengedar atau perantara, tetapi operatornya ada di dalam," ujar Kompol Hilman dalam dialog Sulut Bicara, Kamis, 7 Mei 2026.
Terkait teknis pengendalian, Hilman menjelaskan bahwa para pelaku memanfaatkan teknologi untuk memantau pergerakan barang haram tersebut.
"Cara yang digunakan hanya dengan mengendalikan melalui elektronik HP sehingga bisa terhubung ke atas (bandar), kemudian dia bisa menghubungi baik itu pengguna maupun pengedar di bawahnya," katanya, menambahkan.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Manado, IPTU Agus Haryono, menegaskan bahwa situasi ini memerlukan penanganan yang lebih modern.
"Kondisi ini dapat dikategorikan sebagai situasi yang harus mendapat perhatian khusus. Karena itu, pola penanganannya juga harus kita tingkatkan; modern, cepat, dan berbasis teknologi," katanya menegaskan.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas instansi guna memutus mata rantai peredaran ini hingga ke tingkat bandar besar. Fokus utama saat ini adalah memperketat pengawasan di pintu masuk transportasi darat dan udara yang kerap dimanfaatkan pelaku untuk menyelundupkan barang terlarang ke wilayah Sulawesi Utara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....