SAR Hentikan Susur Sungai, Misteri Hilangnya Parmo Belum Terungkap
- 06 Mei 2026 20:49 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan - Pencarian terhadap Parmo (48), warga Blok Manis RT 003 RW 001, Desa Ragawacana, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, belum membuahkan hasil hingga hari ketiga. Tim SAR gabungan memutuskan menghentikan sementara penyusuran di aliran sungai setelah evaluasi lapangan.
Keputusan tersebut diambil pada Selasa, 5 Mei 2026 usai upaya pencarian intensif sejak Minggu, 3 Mei 2026, malam. Selama tiga hari, tim menyisir area sungai dari titik awal penemuan barang milik korban ke arah hilir, namun tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan Parmo.
Peristiwa bermula pada Minggu sore sekitar pukul 15.00 WIB saat korban berpamitan mencari rumput pakan ternak di Blok Sawah Bojong. Hingga malam hari, Parmo tak kunjung pulang, memicu kepanikan keluarga.
Penyisiran awal oleh warga hanya menemukan barang-barang milik korban, di antaranya telepon seluler, pakaian, tas, sabit, celana panjang, karung berisi rumput, serta sajadah yang sudah tergelar. Seluruhnya ditemukan sekitar dua meter dari bibir sungai tanpa keberadaan korban.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Kuningan, TNI, Polri, UPT Damkar, Tagana, relawan, dan masyarakat kemudian melakukan pencarian darat dan air. Namun, setiap hari pencarian harus dihentikan saat malam karena faktor cuaca dan keterbatasan jarak pandang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menyebut hasil evaluasi menunjukkan kecil kemungkinan korban tenggelam.
“Kalau melihat kondisi sungainya kecil, tidak terlalu dalam, dan arusnya juga tidak deras. Jadi kemungkinan besar korban tidak tenggelam. Hilang iya, tapi kemungkinan tidak tenggelam,” ujar Ibe sapaan akrab Indra Bayu Permana saat dihubungi RRI Cirebon, Rabu 6 Mei 2026.
Ia menambahkan, penghentian sementara pencarian fisik merupakan hasil koordinasi dengan keluarga dan aparat setempat. Keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama.
“Kita sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Sementara pencarian fisik dihentikan dulu berdasarkan kesepakatan keluarga. Kita menunggu perkembangan lebih lanjut,” katanya.
Di tengah proses pencarian, berbagai spekulasi sempat beredar di masyarakat. Namun, petugas mengimbau agar informasi yang digunakan tetap merujuk pada fakta di lapangan.
Barang bukti berupa telepon seluler milik korban kini tengah didalami untuk menelusuri jejak terakhirnya. Pencarian akan kembali dilakukan jika terdapat informasi baru yang mengarah pada keberadaan Parmo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....