Kanwil Kemenag Sulteng Tinjau Ujian Madrasah di Parigi

  • 06 Mei 2026 17:31 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, H. Junaidin, melakukan pemantauan pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) jenjang Ibtidaiyah di Kabupaten Parigi Moutong, Selasa, 5 Mei 2026. Kunjungan tersebut difokuskan pada dua madrasah swasta, yakni MIS Alkhairaat Dolago dan MIS DDI Boyantongo.

Dalam kegiatan tersebut, H. Junaidin didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong, H. As’at Latopada. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan proses ujian berjalan sesuai dengan prosedur serta menjaga kualitas pelaksanaan evaluasi pendidikan di madrasah.

H. Junaidin menyampaikan bahwa Ujian Madrasah merupakan salah satu instrumen penting dalam mengukur capaian belajar peserta didik. Ia menegaskan bahwa evaluasi tidak hanya dilihat dari aspek akademik semata, tetapi juga mencakup integritas dan kesiapan mental siswa. “Ujian ini menjadi bagian penting untuk melihat hasil pembelajaran secara menyeluruh, baik dari sisi pengetahuan maupun sikap,” ujarnya.

Dari hasil pemantauan di lapangan, pelaksanaan ujian di kedua madrasah tersebut berjalan dengan tertib dan lancar. Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta ujian agar tetap tenang dan fokus dalam mengerjakan soal. “Kerjakan soal dengan teliti, jangan terburu-buru, dan tetap jaga kejujuran. Banyak berdoa agar diberikan kemudahan,” pesannya kepada siswa.

Sementara itu, H. As’at Latopada menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kepala Kanwil Kemenag Sulteng. Menurutnya, kehadiran pimpinan wilayah menunjukkan komitmen dalam mengawal pelaksanaan ujian madrasah secara optimal. “Ini menjadi bukti keseriusan Kanwil dalam memastikan mutu pendidikan madrasah terus meningkat,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian pada hari pertama di wilayah Parigi Moutong berlangsung dengan baik dan sesuai ketentuan. Seluruh tahapan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, telah dipersiapkan secara matang guna menjaga kualitas dan integritas hasil ujian.

Berdasarkan hasil monitoring, pelaksanaan Ujian Madrasah di daerah tersebut menggunakan dua metode, yakni berbasis Android dan sistem kertas pensil. Jumlah peserta tercatat sebanyak 15 siswa di MIS Alkhairaat Dolago dan 19 siswa di MIS DDI Boyantongo. Kegiatan pemantauan turut dihadiri sejumlah pejabat dan tenaga pendidik di lingkungan Kementerian Agama setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....