Kebocoran Retribusi Disisir, Disdag Mataram Bidik Realisasi 80 Persen
- 05 Mei 2026 07:21 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram memilih fokus pada pembenahan internal sistem pemungutan retribusi pasar sebagai strategi utama mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026. Langkah ini diambil di tengah capaian yang masih berada di bawah target triwulan pertama.
Berdasarkan data hingga 30 Maret 2026, realisasi retribusi pasar baru mencapai sekitar 17 persen dari target tahunan sebesar Rp8,25 miliar. Angka ini masih di bawah kisaran ideal triwulan pertama yang seharusnya berada di rentang 20–25 persen.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, H. Irwan Harimansyah, mengungkapkan bahwa rendahnya capaian tersebut dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan internal. Dari sisi eksternal, musim hujan serta perubahan pola belanja masyarakat ke platform daring ikut menekan aktivitas pasar tradisional. Sementara dari sisi internal, ditemukan indikasi kebocoran dalam sistem pemungutan retribusi.
“Dari hasil pengawasan tertutup di 19 pasar, memang ada potensi kebocoran di dalam. Ini yang sedang kami benahi. Tidak mungkin kita hanya mengejar target tanpa memperbaiki sistemnya,” ujarnya, Selasa 5 Mei 2026.
Disdag kini melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus memperketat pengawasan di seluruh pasar. Empat pasar utama,Pasar Mandalika, Kebon Roek, Pagesangan, dan Sayang-Sayang, menjadi fokus optimalisasi karena selama ini menjadi penyumbang terbesar retribusi.
Selain itu, Irwan mengaku kerap turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi riil, bahkan melakukan pengawasan secara tidak terbuka guna mengidentifikasi titik-titik kebocoran.
“Kita harus benahi dari dalam dulu. Kalau sistemnya sudah kuat, baru kita bisa bicara maksimalisasi pendapatan,” katanya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Disdag tetap memasang target realistis dengan optimisme capaian minimal 80 persen hingga akhir tahun anggaran. Target tersebut bahkan dinaikkan sekitar Rp750 juta dibandingkan tahun sebelumnya.
“Saya tetap optimistis. Walaupun target naik, minimal 80 persen harus bisa tercapai. Itu jadi batas aman kita,” jelas Irwan.
| Baca juga: Mohan Pacu OPD Kejar Target Retribusi PAD |
Selain kebocoran, Disdag juga menghadapi persoalan menurunnya daya saing pasar tradisional, khususnya sektor konveksi yang kalah bersaing dengan sistem belanja daring seperti COD (cash on delivery). Kondisi ini membuat sejumlah lapak menjadi sepi bahkan tidak difungsikan secara optimal.
Disdag berkomitmen melakukan penataan ulang, baik dari sisi sistem pemungutan, pengawasan, hingga revitalisasi fungsi pasar agar kembali menarik bagi pedagang dan pembeli.
“Kita tidak bisa menyalahkan kondisi. Tugas kita sekarang bagaimana menarik pedagang kembali dan memastikan pasar tetap hidup. Itu kunci agar retribusi juga ikut meningkat,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....