Hardiknas 2026, Bupati Inginkan Kualitas Pendidikan Jadi Prioritas.

  • 02 Mei 2026 19:53 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu-Pada momentum Hari Pendidikan Nasional 2026, Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Dellasale Kebo, menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan, mutu pembelajaran, dan kinerja guru. Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai awak media di sela upacara Hardiknas di Halaman Kantor Bupati TTU pada Sabtu 2 Mei 2026.

Bupati Falent mengatakan bahwa, sebagai daerah yang berada di serambi perbatasan RI-RDTL, TTU harus mampu menunjukkan kualitas sumber daya manusia yang unggul. Kuncinya ada pada pendidikan yang bermutu dan kinerja guru.

"Kabupaten TTU ini etalase negara di perbatasan. Sehingga kualitas dan mutu pendidikan kita serta kinerja guru harus diperhatikan supaya tidak tertinggal. Para guru juga, jangan hanya sekadar mengajar, tapi harus mendidik dan menginspirasi. Walau saat ini harus diakui TTU juga masih kekurangan guru", kata Bupati Falent.

Menurutnya, saat ini pendidikan TTU menjadi fokus utama dan telah masuk dalam RPJMD, sehingga pihaknya telah menganggarkan dana Rp. 3 miliar untuk pembagian perlengkapan sekolah bagi ribuan anak jenjang pendidikan SD hingga jenjang SMP pada tahun 2025. Perlengkapan sekolah yang akan dibagi meliputi buku tulis, tas dan akan berlanjut di tahun 2026 ini untuk pembagian sepatu.

"Terkait dengan mutu pendidikan, maka saya sebagai Bupati TTU bercermin pada diri sendiri dan pak Wakil Bupati. Dimana kami berdua lama menempuh pendidikan dan tinggal di luar, sehingga kita tidak mau anak-anak TTU mengalami kesenjangan atau gap pendidikan yang jauh. Karena ini akan berdampak pada SDM dan kualitas pendidikan di daerah ini lalu mempengaruhi masa depan Timor Tengah Utara tercinta".

Menurutnya jika SDM anak-anak TTU bagus maka akan mengangkat harkat dan martabat daerah ini di masa mendatang. Sehingga Pemda TTU mensuport ful sekolah gratis secara maksimal. Selain itu, pendidikan daerah ini juga tidak bisa lepas dari perhatian pemerintah pusat. Saat ini melalui program revitalisasi, Kemendikdsmen telah menghibahkan dana sehingga terdapat 500 ruang kelas di TTU direvitalisasi".

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Beato Yoseph Frent Omenu, menyatakan di TTU saat ini tantangan pendidikan tidak hanya terbatas pada pemenuhan infrastruktur, melainkan juga pada upaya meningkatkan budaya literasi yang mampu melahirkan generasi kritis, kreatif dan inovatif di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital", katq Frent Omenu

Hardiknas 2026 yang mengusung tema : "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua" maka Pemda TTU melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melakukan berbagai rangkaian kegiatan yang melampaui sekedar perayaan seremonial. Sehingga Hardiknas tahun 2026, merupakan waktu yang tepat untuk mengevaluasi sekaligus merayakan capaian-capaian pendidikan di bumi Salu, Miomafo, Kuluan dan Maubesi".

Ia menambahkan bahwa fokus utama tahun ini adalah literasi sebagai berbagai inovasi yang diterjemahkan melalui kolaborasi nyata antar satuan pendidikan. Kelompok Kerja Kepala sekolah pada jenjang SD dan Musyawarah Kerja Kepala sekolah pada jenjang SMP memegang peran krusial sebagai motor penggerak transformasi pendidikan. Namun ruang untuk mendesiminasi hasil karya literasi praktek baik pembelajaran dan produk kreativitas sekolah masih sangat terbatas", ujarnya (SK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....