Pemkot Denpasar Kebut Operasional TPST Tahura
- 29 Apr 2026 23:16 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID,Denpasar — Pemerintah Kota Denpasar mempercepat optimalisasi operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tahura guna meningkatkan kapasitas pengolahan sampah hingga 300 ton per hari. Upaya ini menjadi bagian dari strategi penanganan sampah berbasis teknologi dan sumber di ibu kota Provinsi Bali tersebut.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan TPST Tahura 1 ditargetkan mampu mengolah sekitar 200 ton sampah per hari, sementara TPST Tahura 2 sebesar 100 ton per hari. Hal itu disampaikannya saat meninjau proses instalasi dan operasional di kawasan TPST Tahura 1, Sabtu 25 April 2026.
“Hari ini kita meninjau proses instalasi lanjutan. Namun, pengolahan sampah menjadi RDF sudah berjalan dan terus kita optimalkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan pengolahan sampah sangat bergantung pada proses pemilahan sejak dari sumber. Menurutnya, sampah yang telah terpilah akan mempercepat dan mengoptimalkan kinerja mesin pengolahan.
“Pemilahan menjadi kunci. Jika sampah sudah terpilah, proses pengolahan akan lebih cepat dan optimal. Kami mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pemilahan sampah berbasis sumber,” katanya.
Sementara itu, Kepala DLHK Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa menjelaskan bahwa operasional TPST Tahura 1 sudah berjalan meski masih dalam tahap optimalisasi, khususnya untuk pengolahan sampah menjadi karbon dan refuse-derived fuel (RDF. “Setelah seluruh instalasi mesin rampung, kapasitas pengolahan di TPST Tahura akan semakin maksimal dan melengkapi sistem pengelolaan sampah di Kota Denpasar,”jelasnya.
Secara terpisah, Pemimpin Waste to Wealth, Merakarno Rahusna Taruno, menyebutkan bahwa keberhasilan teknologi pengolahan sangat ditentukan oleh kualitas bahan baku yang masuk, yakni sampah yang telah dipilah. Saat ini, sistem pengelolaan sampah di Denpasar dibagi berdasarkan jenisnya. PDU Padangsambian Kaja difokuskan untuk sampah anorganik, TPST Kesiman Kertalangu untuk sampah organik, sementara TPST Tahura diarahkan untuk pengolahan sampah menjadi RDF dan karbon, termasuk dukungan TPS3R dan pengolahan berbasis sumber oleh masyarakat.
Pemerintah pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memilah dan mengelola sampah dari rumah tangga. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci keberhasilan penanganan sampah secara menyeluruh di Kota Denpasar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....