Sepeda Didorong Jadi Solusi Mobilitas Berkelanjutan di Denpasar
- 25 Mei 2026 07:43 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen mendorong penggunaan sepeda sebagai bagian dari mobilitas berkelanjutan dan inklusif di perkotaan. Komitmen tersebut mengemuka dalam diskusi “Bali Bicara Sepeda dan Ragam Gerakan Sosial Dibaliknya” yang digelar di Graha Yowana Suci, Denpasar, Jumat 23 Mei 2026.
Kegiatan yang diinisiasi Penerbit Partikular bersama WRI Indonesia dan Koalisi Bali Emisi Nol Bersih itu menjadi ruang dialog antara komunitas sepeda, masyarakat sipil, hingga pemerintah untuk membahas tantangan dan masa depan transportasi ramah lingkungan di Kota Denpasar. Musisi grup Nosstress, Man Angga, mengatakan penggunaan sepeda membuat dirinya lebih dekat dengan lingkungan sekitar dan lebih menikmati suasana kota. Menurutnya, perubahan gaya hidup ramah lingkungan harus lahir dari kesadaran, bukan sekadar mengikuti tren.
“Dengan menggunakan sepeda dan berjalan lebih pelan, saya merasa lebih melekat dengan kota tempat saya tinggal dan mencermati setiap sudut kota, yang tentu tidak kita peroleh dengan berjalan cepat,” ujar Man Angga.
Pegiat komunitas Denpasar Bersepeda, I Komang Doni Kurniawan, menilai hingga kini sepeda masih lebih banyak dipandang sebagai sarana rekreasi dan olahraga. Ia berharap masyarakat maupun pembuat kebijakan mulai melihat sepeda sebagai moda transportasi sehari-hari.
“Sepeda ini masih dipandang sebagai rekreasi, media kumpul-kumpul, olahraga, dan lifestyle. Harapannya perlahan-lahan masyarakat dan pembuat kebijakan mulai sadar dan mulai melirik sepeda sebagai moda transportasi yang bisa menjangkau berbagai tempat, sekolah, dan bekerja,” kata Doni.
Sementara itu, GEDSI Analyst WRI Indonesia, Muti Kurniasari, menekankan pentingnya aspek kenyamanan dan keamanan dalam pembangunan infrastruktur sepeda agar lebih inklusif bagi perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas. “Kita bisa belajar dari studi kasus di Amsterdam, gerakan perubahan yang besar bisa bekerja di awal namun gagal di operasionalnya apabila tidak memiliki sistem yang jelas. Transformasi ini tidak cukup hanya pada political will, namun perlu ada dukungan sistem yang memastikan hal ini berlanjut,” ujar Muti.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Dewa Ketut Adi Pradnyana, mengatakan Pemkot Denpasar siap membawa isu sepeda ke dalam pembahasan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) sebagai bagian dari pengembangan transportasi berkelanjutan. “Dari kami akan membawa isu sepeda ini ke dalam pembahasan di Forum LLAJ untuk kita dukung bersama mobilitas berkelanjutan dan inklusif. Saya berharap setelah dari forum ini, akan ada diskusi-diskusi lebih lanjut yang melibatkan komunitas sepeda serta institusi yang lain dari level pemerintah kota, pemerintah provinsi dan nasional,” ujar Dewa Ketut Adi Pradnyana.
Dalam diskusi tersebut juga mengemuka bahwa pembangunan mobilitas berkelanjutan tidak hanya sebatas menghadirkan jalur sepeda, tetapi juga menciptakan ruang jalan yang adil dan aman bagi seluruh pengguna jalan, termasuk pesepeda dan pejalan kaki.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....