PSEL Bali Masuki Tahap Penataan Lahan, Badung dan Denpasar Siapkan Pasokan Sampah
- 25 Mei 2026 07:56 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Badung - Proyek Pusat Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali saat ini memasuki tahap penataan lahan dan terus dipersiapkan sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah berbasis energi di kawasan aglomerasi Denpasar dan Badung. Hal tersebut disampaikan Kepala DLHK Kabupaten Badung, Ibu Made Rai Warastuthi, saat diwawancarai di Pantai Kelan, Badung, Sabtu, 23 Mei 2026, terkait perkembangan proyek PSEL yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Jadi, skalanya aglomerasi. Jadi yang mengoordinir adalah Provinsi Bali, ya. Tempatnya di Denpasar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini progres pembangunan masih berada pada tahap penataan lahan sebelum memasuki tahap pembangunan selanjutnya. “Update-nya sekarang sedang penataan lahan,” katanya.
PSEL tersebut direncanakan berlokasi di kawasan Pedungan, Denpasar, tepatnya di area Pelindo bekas AKAME Restoran. Menurutnya, lokasi tersebut telah ditentukan sejak awal sebagai pusat pengolahan sampah berbasis energi untuk kawasan Bali selatan.
“Di Pedungan, di Pelindo, di bekasnya AKAME Restoran,” ujarnya.
Dalam proyek ini, Kabupaten Badung dan Kota Denpasar akan bekerja sama menyuplai kebutuhan sampah harian untuk operasional PSEL. Karena merupakan proyek berskala nasional, PSEL membutuhkan pasokan sampah minimal 1.500 ton per hari agar dapat beroperasi optimal.
“Itu PSN, Proyek Strategis Nasional. Harus ada sampah minimal 1.500 ton. Jadi, antara Badung dan Denpasar bekerja sama. Kita sama-sama menyukseskan PSEL. Jadi Badung bawa sampah ke PSEL, sudah ada komitmennya Denpasar-Badung,” katanya.
Ia menyebutkan, Badung ditargetkan menyuplai sekitar 500 ton sampah per hari, sementara Denpasar sekitar 700 ton per hari. Sampah yang digunakan untuk PSEL merupakan sampah segar hasil aktivitas harian masyarakat.
“Oh, yang dibutuhkan memang sampah segar,” ujarnya.
Meski demikian, apabila pasokan sampah segar tidak mencukupi, maka sebagian sampah dari kawasan TPA Suwung dapat dimanfaatkan sebagai cadangan. “Tapi kalau kurang-kurang, kita ambil dari sana,” katanya.
Terkait keberadaan TPA Suwung, ia menjelaskan bahwa lokasi tersebut nantinya tetap akan ditutup secara bertahap melalui sistem control landfill, bukan menjadi bagian utama dari operasional PSEL. “Suwung kan mau ditutup. Sebentar lagi kan ada teknologi lain untuk di Suwung. Kalau ini kan untuk teknologi sampah yang segar,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses penutupan TPA Suwung dilakukan menggunakan metode control landfill dengan penutupan menggunakan tanah dan geotextile guna mengurangi dampak lingkungan. “Ditutup, sekarang di-control landfill. Tutup pakai tanah, geotextile, macam-macam ada,” katanya.
Menurutnya, PSEL nantinya akan berfokus mengelola sampah baru yang dihasilkan masyarakat setiap hari. “Sampah kita yang dikelola. Sampah yang kita hasilkan yang dikelola,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....