Lombok Timur Perkuat Komitmen Pangan Aman, BBPOM Libatkan Desa dan Pasar
- 28 Apr 2026 14:28 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur – Pemerintah daerah Lombok Timur bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram memperkuat komitmen dalam menciptakan pangan yang aman dan sehat melalui pelaksanaan Program Nasional Keamanan Pangan. Program tersebut menyasar sekolah, desa, dan pasar sebagai titik utama pengawasan di Lombok Timur.
Kegiatan yang digelar pada 27 April 2026 itu dihadiri berbagai unsur lintas sektor, mulai dari instansi pemerintah, tenaga kesehatan, pelaku usaha, hingga perwakilan masyarakat. Pertemuan tersebut menjadi wadah untuk menyatukan langkah dalam memperkuat sistem pengawasan pangan berbasis kolaborasi.
Sekretaris Dinas Kesehatan Lombok Timur, Syaiful Idris, S.Kep., Ners., M.M., menyampaikan bahwa keberadaan pangan yang masih mengandung zat berbahaya menjadi tantangan yang perlu ditangani bersama. Ia menilai penguatan keamanan pangan merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Program yang diperkenalkan BBPOM mencakup sejumlah intervensi, di antaranya Program Pangan Jajanan Anak Sekolah Aman (PJAS), Program Desa Pangan Aman, serta Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas.
Melalui Program Desa Pangan Aman, masyarakat desa didorong untuk memiliki kemampuan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi sistem keamanan pangan secara mandiri. Pendekatan tersebut dilakukan melalui tahapan advokasi, pelatihan, hingga monitoring berkelanjutan.
Sementara itu, pengawasan di pasar tradisional difokuskan pada pencegahan penggunaan bahan berbahaya dalam produk pangan. BBPOM masih menemukan tantangan berupa penggunaan boraks pada sejumlah produk seperti kerupuk yang beredar di pasar.
Ketua Tim Informasi dan Komunikasi BBPOM di Mataram, Dra. Winartuti, Apt, menjelaskan bahwa pengawasan pangan kini semakin kompleks akibat perkembangan teknologi, perubahan iklim, serta meningkatnya distribusi produk pangan. Oleh sebab itu, keterlibatan lintas sektor dinilai penting agar pengawasan tidak hanya bergantung pada pemerintah.
Dalam sesi diskusi, Dinas Lingkungan Hidup turut mengusulkan kolaborasi yang terintegrasi dengan program Adiwiyata dan penguatan pengelolaan sampah di pasar. Usulan tersebut mendapat respons positif dari BBPOM sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pasar yang lebih sehat.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan surat komitmen bersama sebagai bentuk keseriusan seluruh pihak dalam mendukung keamanan pangan. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi dalam membangun budaya pangan aman yang berkelanjutan di Lombok Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....