Pemprov PBD Tegaskan Komitmen Kesiapsiagaan Bencana pada HKB 2026
- 28 Apr 2026 09:33 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional 2026.
Usai Apel HKB Nasional 2026, Wagub Ahmad Nausrau menyampaikan bahwa peringatan tahun ini menjadi momen bersejarah bagi Provinsi Papua Barat Daya. Hal tersebut seiring dengan terbentuknya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berdiri sendiri.
“Ini sejarah baru bagi Papua Barat Daya. Upacara hari ini merupakan yang pertama dilaksanakan oleh BPBD sebagai OPD mandiri. Ini menandai keseriusan pemerintah dalam memberikan perhatian penuh terhadap kesiapsiagaan bencana,” ujarnya. 28 April 2026.
Wagub Ahmad Nausrau menjelaskan, bencana merupakan kejadian yang sering kali datang tanpa dapat diprediksi. Oleh karena itu, kesiapan semua pihak menjadi hal yang mutlak diperlukan.
“Bencana tidak kita minta, sering terjadi di luar kemampuan dan prediksi kita. Karena itu, kita dituntut untuk selalu siap,” tegasnya.
Ia menambahkan, kehadiran BPBD sebagai OPD diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan kesiapan pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan. Namun, ia menekankan bahwa upaya penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah.
“Kita butuh dukungan semua pihak masyarakat, swasta, dan seluruh instansi. Ini adalah kerja bersama,” katanya.

Ahmad juga mengingatkan bahwa Papua Barat Daya termasuk wilayah dengan potensi kebencanaan yang cukup tinggi. Oleh karena itu, kesiapan tenaga teknis, petugas lapangan, serta peralatan menjadi prioritas utama.
“Kita memang menghadapi efisiensi anggaran, tetapi kesiapsiagaan bencana adalah hal yang tidak bisa ditunda atau diabaikan,” ujarnya.
Pemerintah Daerah akan terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mulai dari tingkat keluarga hingga institusi pendidikan dan lingkungan kerja.
“Masyarakat harus terus diedukasi. Jika tidak, saat bencana terjadi, mereka bisa panik dan justru menjadi korban karena tidak tahu bagaimana menyelamatkan diri,” jelasnya.

Dirinya menegaskan pentingnya simulasi kebencanaan seperti yang ditampilkan dalam peringatan HKB Nasional. Simulasi tersebut dinilai efektif untuk melatih kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
“Simulasi ini penting agar masyarakat tidak kehilangan kesadaran saat bencana terjadi, dan bisa melakukan evakuasi dengan benar,” tambahnya.
Ahmad Nausrau menegaskan bahwa peringatan HKB Nasional 2026 menjadi simbol kesiapan bersama antara pemerintah dan masyarakat Papua Barat Daya.
“Momentum hari ini menandakan bahwa kita semua pemerintah dan masyarakat harus siap setiap saat menghadapi situasi darurat,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....