Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pemprov PBD Gelar Penanaman 5.000 Bibit Pohon
- 15 Jun 2026 11:18 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) menggelar Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dengan aksi penanaman 5.000 bibit pohon dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026. Kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat tersebut berlangsung di Jalan Kontener, Kabupaten Sorong, Senin 15 Juni 2026.
Kegiatan dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua Barat Daya, Dr. Drs. Suardi Thamal, M.M., mewakili Gubernur Papua Barat Daya. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penanaman pohon merupakan langkah nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.

“Pohon-pohon ini kelak akan menghasilkan oksigen, menyerap karbon, menjaga sumber air, mencegah erosi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Mari menanam hari ini untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan,” ujar Suardi.
Ia mengajak seluruh masyarakat Papua Barat Daya untuk menjadikan kegiatan menanam dan merawat pohon sebagai budaya bersama. Menurutnya, keberhasilan gerakan tersebut tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi dari seberapa banyak pohon yang mampu tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, S.T., M.Si., mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Tema tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam merespons dampak perubahan iklim yang semakin nyata.
Julian menjelaskan, Kementerian Lingkungan Hidup menargetkan penanaman dua miliar pohon secara bertahap di seluruh Indonesia. Gerakan tersebut bertujuan menjaga kenaikan suhu bumi tetap berada di bawah ambang batas 1,5 derajat Celsius sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
“Pertumbuhan ekonomi harus tetap berjalan, tetapi aspek ekologis juga harus diperhatikan. Jika lingkungan diabaikan, maka risiko bencana di masa depan akan semakin besar,” katanya.

Menurut Julian, salah satu hal yang menjadi kekuatan kegiatan tersebut adalah kolaborasi lintas sektor yang terbangun tanpa harus bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah. Meski estimasi biaya kegiatan mencapai ratusan juta rupiah, pelaksanaan dapat berjalan berkat dukungan berbagai pihak.
Sejumlah instansi dan mitra yang terlibat antara lain Dinas Kehutanan, TNI, Polri, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, komunitas lingkungan, hingga masyarakat umum. Bank Mandiri memberikan dukungan berupa spanduk kegiatan, Bank Papua menyumbang 2.100 bibit tanaman, sementara sejumlah perusahaan turut menyediakan bibit, konsumsi, perlengkapan kegiatan, hingga sarana pendukung kebersihan.
Julian menambahkan, dari target 5.000 bibit pohon yang dicanangkan, sebanyak 2.000 pohon telah ditanam pada kegiatan perdana tersebut. Sisanya akan ditanam secara bertahap melalui komunitas Gerakan Peduli Lingkungan (GPK) yang dibentuk untuk menyisir lahan-lahan kosong di wilayah Papua Barat Daya.
Selain penanaman pohon, kegiatan juga diwarnai pelepasan burung merpati sebagai simbol harapan terhadap masa depan lingkungan yang lebih baik. Diharapkan, kawasan yang saat ini ditanami pohon dapat berkembang menjadi ruang terbuka hijau yang nyaman serta menjadi habitat bagi berbagai jenis burung dan satwa lainnya.
Gerakan ASRI turut diikuti unsur TNI/Polri, perusahaan BUMN/swasta, perguruan tinggi, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, pelajar, serta berbagai komunitas di Papua Barat Daya. Pemerintah berharap kolaborasi yang terbangun dapat terus berlanjut untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan dan menghadapi tantangan perubahan iklim di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....