Pemprov DKI dan BPS Gelar Executive Briefing, Dorong Peran Industri dalam SE 2026

  • 22 Apr 2026 14:26 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menggelar kegiatan Executive Briefing terkait peran perusahaan industri dalam Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat partisipasi pelaku usaha dalam pendataan ekonomi nasional.

Kepala Bidang Perindustrian Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Juanda, mengatakan kegiatan ini merupakan lanjutan dari sosialisasi sebelumnya. Ia menjelaskan sebanyak 1.275 perusahaan industri besar dan menengah telah diundang dalam sosialisasi awal secara daring.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap pelaksanaan sensus ekonomi 2026, dengan melibatkan perusahaan industri yang memiliki peran yang sangat strategis bagi perekonomian Jakarta,” ujarnya.

Juanda menambahkan, kegiatan lanjutan digelar selama dua hari pada 22 hingga 23 April 2026 dengan menghadirkan sekitar 300 perusahaan industri. Ia menilai partisipasi aktif dunia usaha menjadi kontribusi penting dalam membangun sistem ekonomi yang transparan dan akuntabel.

“Partisipasi aktif dari para pimpinan perusahaan industri besar maupun industri menengah di wilayah DKI Jakarta bukan hanya sekedar kewajiban dalam pendataan, tetapi merupakan kontribusi nyata dalam membangun Jakarta sebagai kota global,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, menegaskan sensus ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Ia menyebut pelaksanaan sensus tidak dapat dilakukan sendiri oleh BPS tanpa dukungan berbagai pihak.

“Ini adalah bentuk kolaborasi, jadi sebetulnya ini tugasnya BPS, ini adalah hajat nasional, jadi dilaksanakan di 38 provinsi dan 540 kabupaten kota di Indonesia,” ucapnya.

Kadarmanto menjelaskan, sektor perdagangan dan industri menjadi kontributor utama perekonomian Jakarta. Oleh karena itu, keterlibatan pelaku usaha dinilai krusial dalam menghasilkan data yang akurat untuk perencanaan pembangunan.

“Karena ini melibatkan seluruh pelaku usaha, jadi BPS tidak bisa bekerja sendiri. Untuk itulah kami berkolaborasi dengan dinas terkait, khususnya di DKI Jakarta,” katanya.

Ia menambahkan, hasil sensus ekonomi nantinya akan menjadi dasar dalam mendorong Jakarta menuju kota global. Targetnya, Jakarta dapat meningkatkan peringkat sebagai kota global hingga masuk 20 besar dunia pada tahun 2045.

“Sensus ekonomi akan sangat bermanfaat bagi DKI Jakarta, terutama dalam mendukung desain Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing,” tuturnya.

Kadarmanto juga menjelaskan, proses pendataan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026 dengan melibatkan berbagai metode. Selain pengisian mandiri oleh perusahaan, petugas juga akan mendatangi pelaku usaha yang belum berpartisipasi.

“Kalau belum mengisi, nanti petugas akan datang langsung ke lokasi usaha. Jadi seluruh pelaku usaha, termasuk UMKM, diharapkan dapat terdata secara menyeluruh,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....