Jejak Iman Hari Suci Bintang Utara di Klenteng Hian Thian Siang Tee Manado

  • 20 Apr 2026 10:56 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Suasana penuh kekhusyukan terasa di Klenteng TITD Hian Thian Siang Tee saat umat Khonghucu melaksanakan ibadah sembahyang pada Minggu, 19 April 2026, yang bertepatan dengan Imlek 3-3-2577 Kongzili. Ibadah ini digelar dalam rangka peringatan Sijid, yaitu hari kelahiran Malaikat Bintang Utara atau Xuan Tian Shang Di (Hian Thian Siang Tee).

Kegiatan peribadatan tersebut juga dihadiri oleh Penyuluh Agama Khonghucu dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara yang turut mendampingi umat, memberikan penguatan spiritual, sekaligus memastikan kegiatan berjalan lancar. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya pembinaan umat secara berkelanjutan di tengah kehidupan beragama yang rukun.

Dalam ajaran Khonghucu, Malaikat Bintang Utara diyakini sebagai sosok suci yang memiliki peran penting dalam perjalanan spiritual, termasuk dikisahkan sebagai pembawa kabar kelahiran Nabi Kongzi kepada ibundanya, Yan Zheng Zai. Karena itu, peringatan Sijid tidak hanya dipandang sebagai ritual keagamaan, tetapi juga momen untuk merenungkan nilai kebajikan, keteladanan, serta keteraturan hidup.

Penyuluh Agama Khonghucu Kanwil Kemenag Sulut, Theresia Agnes Lasut, menjelaskan bahwa peringatan ini memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat.

“Perayaan Sijid bukan sekadar mengenang peristiwa spiritual, tetapi juga menjadi pengingat untuk menjalani hidup sesuai nilai kebajikan Nabi Kongzi. Di tengah perubahan zaman, umat diajak tetap menjaga moralitas dan keharmonisan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan penyuluh agama merupakan bentuk pelayanan yang tidak hanya bersifat formal, tetapi juga pendekatan kemanusiaan yang menyatu dengan umat.

“Keberadaan kami bukan hanya secara administratif, tetapi juga hadir secara spiritual bersama umat dalam doa dan harapan,” ujar Theresia.

Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara penyuluh agama, pengurus klenteng, dan Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia Kota Manado sebagai simbol kebersamaan dan sinergi dalam menjaga kerukunan umat beragama.

Perayaan ini sekaligus menjadi gambaran nyata kehidupan keberagaman di Sulawesi Utara yang harmonis, serta menegaskan bahwa nilai spiritual dapat menjadi pengikat persatuan di tengah perbedaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....