BPBD Buol Soroti Hoaks Gempa, Warga Diminta Tetap Tenang

  • 20 Apr 2026 10:46 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buol Moch. Kachfi menyampaikan keprihatinannya terkait maraknya penyebaran informasi hoaks mengenai gempa megathrust yang kembali beredar luas di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Informasi yang tidak terverifikasi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menurut Moch. Kachfi, fenomena penyebaran hoaks di era digital saat ini semakin sulit dikendalikan, terutama karena banyaknya platform media sosial yang memungkinkan informasi menyebar dengan cepat tanpa melalui proses verifikasi yang memadai. Hal ini membuat masyarakat rentan terpengaruh oleh kabar yang belum tentu benar.

“Banyak informasi yang beredar itu tidak jelas sumbernya dan belum terverifikasi, namun sudah terlanjur dipercaya masyarakat. Ini yang kami khawatirkan karena bisa menimbulkan kepanikan,” ujar Moch. Kachfi saat diwawancara RRI.

Ia menegaskan bahwa informasi terkait fenomena alam seperti gempa bumi harus merujuk pada sumber resmi yang memiliki otoritas dan keilmuan, sehingga masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang menyesatkan. Ia juga mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Lebih lanjut, Moch. Kachfi meminta agar para pelaku penyebaran hoaks dapat ditindak secara tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, tindakan tersebut penting untuk memberikan efek jera sekaligus melindungi masyarakat dari dampak informasi palsu.

“Kami meminta agar pelaku penyebar hoaks ini ditindak tegas. Ini bukan hanya soal informasi, tapi juga menyangkut ketenangan dan keamanan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam melaporkan akun-akun media sosial yang diduga menyebarkan hoaks, khususnya yang berkaitan dengan fenomena alam. BPBD Buol, kata dia, siap menindaklanjuti laporan tersebut dengan berkoordinasi bersama aparat kepolisian dan TNI.

“Kami membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan jika menemukan akun penyebar hoaks. Kami akan bekerja sama dengan pihak kepolisian dan TNI untuk menindak akun-akun yang meresahkan,” pungkas Moch. Kachfi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....