Gubernur Sulteng Tinjau Lokasi Pusat Gempa di Sigi
- 19 Jun 2026 14:13 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID,Tolitoli - Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, turun langsung meninjau wilayah terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Jun 2026.
Kunjungan tersebut, dilakukan di Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, yang merupakan wilayah terdampak kerusakan paling parah, Rabu, 17 Juni 2026.
Sesampainya di lokasi, Gubernur Sulteng melihat langsung kondisi rumah-rumah masyarakat yang mengalami kerusakan dan juga berdialog dengan masyarakat untuk mendengarkan kebutuhan mendesak pasca gempa.
“Yang paling utama, adalah menyelamatkan nyawa rakyat, nyawa masyarakat berada di atas segalanya. Pastikan seluruh warga terdata, berada di tempat yang aman dan kebutuhan dasarnya terpenuhi selama masa tanggap darurat dan rehabilitasi,” tegasnya.
Dijelaskan, pemerintah saat ini fokus memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat, terutama makanan, air bersih, layanan kesehatan, serta tempat pengungsian yang layak. Tidak lupa, Gubernur mengapresiasi kehadiran TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah dan berbagai pihak yang telah bergerak cepat membantu masyarakat di lokasi terdampak.
Berdasarkan laporan di lapangan, terdapat lima desa di Kecamatan Nokilalaki yang terdampak gempa, yakni Desa Kamarora A, Kamarora B, Kadidia, Sopu dan Bulili. Sedangkan, kebutuhan utama masyarakat saat ini adalah pasokan air bersih, tenda dan terpal untuk tempat berlindung sementara di sekitar rumah masing-masing, serta perhatian terhadap fasilitas umum dan rumah ibadah yang mengalami kerusakan.
Sehingga, gubernur juga meminta pemerintah Desa, Kecamatan dan Kabupaten, segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap rumah-rumah yang rusak sebagai dasar percepatan penanganan dan perbaikan.
“Sambil berjalan, kami akan segera berkoordinasi untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Rumah-rumah masyarakat, yang rusak harus segera didata agar proses bantuan dan perbaikannya bisa dilakukan secepat mungkin,” ucapnya.
Selain kerusakan bangunan, pihaknya juga menyoroti adanya longsor di kawasan pegunungan sekitar Kamarora, sehingga meminta TNI, Polri dan instansi teknis, segera melakukan kajian lapangan guna mengantisipasi kemungkinan banjir bandang yang dapat mengancam keselamatan warga.
“Kita tetap harus waspada, meski berdasarkan informasi BMKG intensitas gempa sudah mulai menurun, jangan sampai lengah. Potensi bahaya lain, seperti longsor dan luapan air harus diantisipasi sejak dini,” terangnya.
Di Kesempatan itu, Gubernur Sulteng menyerahkan bantuan darurat berupa sembako dan kebutuhan dasar lainnya. Bantuan tersebut, akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak melalui pemerintah desa setempat. Serta, dirinya memastikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Sigi, akan terus hadir mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan selesai.
“Jangan sampai ada masyarakat yang tertinggal, pastikan seluruh warga mendapat perhatian dan bantuan. Kita akan bekerja semaksimal mungkin, agar kondisi ini segera pulih dan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitasnya dengan aman,” tambahnya.
Adapun data sementara BPBD Sulawesi Tengah, mencatat sekitar 800 rumah warga mengalami kerusakan di Kabupaten Sigi, terdiri atas 720 unit rusak ringan, 68 unit rusak sedang, dan 12 unit rusak berat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....