NU Kuningan Perkuat Kelembagaan dan Peran Banom

  • 20 Apr 2026 09:10 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Halal bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Kuningan menjadi momentum penguatan kelembagaan organisasi di tengah berbagai dinamika yang berkembang. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung NU, Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Cijoho, Minggu 19 April 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus, di antaranya PC Mustasyar NU RH Mahmud Silahudin, Rais Syuriah KH Asep Abaidillah, Katib KH Aman Syasul Falah, serta perwakilan MWC dan berbagai badan otonom seperti Muslimat NU, Fatayat NU, dan GP Ansor.

Ketua Pelaksana Harian (Plh) PC NU Kabupaten Kuningan, Muplihudin, menegaskan pentingnya memperkuat struktur organisasi hingga optimalisasi peran badan otonom (Banom) di seluruh tingkatan.

“Dalam kondisi apa pun, NU harus tetap berjalan dengan memperkuat kelembagaan, baik melalui MWC di setiap kecamatan maupun optimalisasi program Banom,” ujar Emup, sapaan akrabnya.

Muplihudin menambahkan, seluruh Majelis Wakil Cabang (MWC) yang belum menyampaikan program kerja diminta segera menyusun dan merealisasikannya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarstruktur organisasi agar berjalan sebagai satu kesatuan.

“NU dan Banom adalah satu tubuh. Harus terus berkolaborasi, berkomunikasi, dan berkonsultasi agar program ke depan benar-benar memberi manfaat bagi umat,” katanya.

Ia juga menegaskan, arah gerakan NU ke depan tidak hanya berfokus pada momentum politik, melainkan harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Program yang dikembangkan, kata dia, perlu menyentuh sektor ekonomi, termasuk penguatan UMKM, koperasi, dan pemberdayaan umat.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Kuningan, Dadah Samrotil Fuadah, mengajak seluruh elemen organisasi untuk memperkuat dukungan terhadap visi besar NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Menurut dia, penguatan komunikasi dan informasi menjadi peluang untuk meningkatkan kapasitas anggota, antara lain melalui kajian rutin, baik secara daring maupun luring, serta inovasi penggalangan infak seperti program BOXNU.

“Kita harus saling mendukung karena pada akhirnya manfaatnya kembali untuk kita semua,” ujar Dadah.

Ia juga berharap dukungan hibah dari pemerintah daerah dapat dimanfaatkan secara optimal dan merata oleh seluruh badan otonom guna memperkuat program kerja organisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....