Awal 2026, 23 Kebakaran Terjadi di Mataram
- 13 Apr 2026 20:40 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Tingginya angka kebakaran di Kota Mataram pada triwulan pertama 2026 tak hanya dipicu faktor teknis seperti korsleting listrik dan kompor gas, tetapi juga lemahnya respons awal masyarakat saat insiden terjadi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Mataram, Rudi Suryawan, mengungkapkan, dari Januari hingga Maret 2026 tercatat sebanyak 23 kejadian kebakaran. Mayoritas kasus dipicu oleh korsleting listrik dan ledakan kompor gas yang berkaitan erat dengan kelalaian penggunaan.
“Korsleting listrik dan kompor gas masih menjadi pemicu utama. Sebagian besar kasus terjadi karena faktor kelalaian,” ujarnya, Senin 13 April 2026.
Salah satu insiden besar yang menjadi perhatian adalah kebakaran gudang oli di wilayah Ampenan yang diduga kuat akibat korsleting listrik. Selain itu, kebakaran di dapur program makan bergizi gratis (MBG) di Jalan Panjitilar juga memiliki indikasi serupa, meski penyebab pastinya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Melihat kondisi tersebut, Damkarmat menilai bahwa selain faktor teknis, kepanikan warga saat kejadian turut memperparah dampak kebakaran. Banyak warga dinilai belum sigap melakukan penanganan awal meski alat sederhana tersedia.
“Seringkali warga panik, hanya berteriak minta tolong, padahal bisa melakukan tindakan awal seperti menggunakan karung basah atau APAR,” jelas Rudi.
Sebagai langkah mitigasi, Pemerintah Kota Mataram memperketat regulasi bagi bangunan komersial melalui kewajiban penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai syarat Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Pengawasan juga telah dilakukan dengan menyurati sejumlah perusahaan dan perbankan guna memastikan kesiapan sistem proteksi kebakaran.
"Sebenernya yang penting sekarang bagaimana penggunaan alatnya harus optimal sehingga ketika api masih kecil langsung bisa teratasi dengan APAR yang sudah tersedia," ucapnya.
Di sisi lain, kesadaran sejumlah institusi mulai meningkat. Beberapa instansi besar seperti Rumah Sakit Bhayangkara dan Kejaksaan Tinggi telah mengikuti pelatihan pemadaman bersama Damkarmat untuk memperkuat respons internal saat kondisi darurat.
Tak hanya menangani kebakaran, Damkarmat Mataram juga mencatat 95 kasus penanganan non-kebakaran dalam periode yang sama, mulai dari evakuasi sarang tawon hingga penyelamatan ular dan biawak.
"Kami juga sering menerima informasi adanya hewan yang masuk kerumah atau area perumahan kadang ada ular ada juga biawak kita tangani," kata Rudi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....