Pemkot Bandung Perkuat SDM Lewat Pelatihan Berbasis Kompetensi
- 13 Apr 2026 13:39 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat strategi penanganan ketenagakerjaan melalui program berkelanjutan. Selain menggulirkan program padat karya, Pemkot juga menghadirkan pelatihan berbasis kompetensi sebagai langkah jangka panjang untuk mencetak tenaga kerja yang siap bersaing di dunia industri.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa pelatihan berbasis kompetensi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Bandung.
“Tujuannya agar peserta memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga peluang kerja semakin terbuka,” ujarnya saat peluncuran program padat karya tematik dan pelatihan berbasis kompetensi di Taman Saturnus, Kecamatan Rancasari, Senin 13 April 2026.
Pada tahun 2026, Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung menyelenggarakan sebanyak 27 paket pelatihan. Sejumlah pelatihan yang telah berjalan di antaranya meliputi bidang pastry, food and beverage service, serta system analyst.
Sebanyak 120 peserta mengikuti pelatihan tahap awal ini. Program tersebut dirancang dengan durasi mencapai 200 jam pelajaran yang berlangsung selama 27 hari kerja. Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan riil dunia kerja.
Di akhir program, seluruh peserta akan mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi guna memperoleh sertifikasi sesuai standar industri nasional atau Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Farhan berharap, kombinasi antara program padat karya dan pelatihan berbasis kompetensi ini mampu menjadi solusi komprehensif dalam menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat.
“Ini adalah upaya berkelanjutan. Kita ingin memastikan semua warga memiliki kesempatan untuk bekerja dan berkembang,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya menyasar kebutuhan tenaga kerja dalam negeri, tetapi juga membuka peluang kerja di luar negeri.
Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara masih cukup tinggi, terutama di Jepang untuk sektor perawatan, teknis, hingga konstruksi.
“Kebutuhan tenaga kerja di luar negeri masih tinggi. Ini menjadi peluang besar yang harus kita manfaatkan,” katanya.
Ia menambahkan, salah satu tantangan utama yang dihadapi calon tenaga kerja adalah kemampuan bahasa. Oleh karena itu, pelatihan bahasa turut menjadi bagian integral dalam program tersebut.
“Dengan kemampuan bahasa, peserta tidak hanya memiliki skill, tetapi juga peluang lebih besar untuk bekerja di luar negeri,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....