Wali Kota Bandung Tegaskan, Insiden RSHS Tak Boleh Terjadi di RSUD
- 13 Apr 2026 13:23 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa insiden yang terjadi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) tidak boleh terulang di seluruh fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kota Bandung, khususnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan puskesmas.
Insiden di RSHS tersebut melibatkan seorang ibu bernama Nina, di mana bayinya hampir dibawa oleh orang lain. Kejadian itu diduga terjadi akibat adanya kelalaian atau keteledoran petugas dalam menjalankan prosedur pengawasan pasien.
Menanggapi hal tersebut, Farhan menyampaikan sikap tegas. Ia memastikan akan memberikan sanksi berat apabila kejadian serupa terjadi di lingkungan fasilitas kesehatan yang berada di bawah kewenangan Pemkot Bandung.
“Kalau sampai kejadian seperti itu terjadi di RSUD Kota Bandung, saya tidak akan ragu untuk mencopot kepala rumah sakitnya,” tegas Farhan, Senin 13 April 2026.
Menurutnya, insiden tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada individu tertentu, melainkan merupakan tanggung jawab bersama dalam sebuah sistem organisasi. Ia menekankan pentingnya penguatan standar operasional prosedur (SOP) serta pengawasan berlapis di lingkungan rumah sakit.
“Ini bukan tanggung jawab satu orang, tapi tanggung jawab organisasi dan struktur. Artinya, sistemnya yang harus diperbaiki dan dijaga dengan ketat,” ucapnya.
Farhan juga mengungkapkan bahwa dirinya langsung bergerak cepat begitu menerima informasi terkait insiden di RSHS. Ia segera menghubungi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung serta para direktur rumah sakit untuk memberikan instruksi tegas agar meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan.
“Begitu saya mendapat informasi, saya langsung telepon Dinkes dan seluruh direktur rumah sakit. Saya sudah keluarkan perintah yang jelas, kejadian seperti ini tidak boleh terjadi,” katanya.
Ia menegaskan kembali, apabila insiden serupa terjadi di RSUD atau puskesmas di Kota Bandung, maka pimpinan fasilitas kesehatan tersebut akan langsung dicopot dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab atas lemahnya pengawasan.
" diharapkan terus meningkatkan sistem keamanan pasien, termasuk pengawasan terhadap bayi dan anak, guna memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....