Bulog Bima Target Serap 56 Ribu Ton Jagung Petani
- 11 Apr 2026 12:38 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Bima akan menyerap sekitar 56 ribu ton jagung pipil pada periode tahun 2026.
Kepala Bulog Cabang Bima, Alfan Ghazali mengungkapkan penyerapan jagung pipil kering dari petani itu sesuai dengan kemampuan gudang yang ada.
Walau pada dasarnya 56 ribu ton itu tidak sebanding dengan hasil produksi para petani yang ada di wilayah Bima dan Dompu.
"Target kami Kancab Bima sebesar 56 ribu ton tahun 2026. Untuk di bulog kapasitas penyimpanan terbatas dibandingkan dengan potensi panen Jagung," kata Alfan Ghazali kepada RRI Bima, Sabtu 11 Maret 2026.
Jagung yang akan dibeli dari petani tentu memiliki kriteria atau persyaratan ketat. Antara lain para petani harus mendapatkan surat rekomendasi/surat jalan dari bhabinkamtibmas agar bisa
memastikan bahwa komoditi yang disetorkan memang dari desa setempat.
Salain itu, kata Alfan Ghazali syarat lainnya adalah untuk harga jagung Rp 6.400 harus kemasan 70 kilogram, kadar air maksimal 14 persen, alfatoksin 500 PBB.
Kemudian harga Rp 6.250, wajib menggunakan kemasan baru 50 kilogram dengan kadar air maksimal 14 persen dan alfatoksin maksimal 500 PPB.
Sementara itu, harga Rp 5.500 kilogram menggunakan kemasan baru 50 kilogram,
Kadar air 18 sampai dengan 20 persen. Dan alfatoksin maksimal 500 PPB.
"Perum Bulog Kancab Bima siap serap Jagung petani lokal tahun 2026. Kami berkomitmen untuk menyerap hasil panen jagung petani lokal di wilayah Nusa Tenggara Barat guna memperkuat cadangan pangan dan mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan, sejalan dengan Asta Cita Pemerintah," ucapnya menegaskan.
Sekedar diketahui, penyerapan jagung petani di wilayah Bima dan Dompu meningkatkan dari pada tahun sebelumnya. Dimana pada tahun 2025 Bulog hanya menyerap sekitar 21.840 ton.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....