Harga Plastik Meroket: Stok Langka, Omzet Menurun
- 07 Apr 2026 08:13 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA – Tren kenaikan harga perlengkapan plastik di pasar tradisional kian mencekik para pedagang. Di Pasar Kalibaru, Jakarta Utara, harga berbagai jenis plastik dan wadah makanan dilaporkan mengalami lonjakan drastis sejak sebelum bulan Ramadan, yang berdampak pada berkurangnya jumlah pelanggan dan menurunnya pendapatan pedagang.
Ipang (22), seorang pedagang yang telah tiga tahun bergelut di bisnis plastik, mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi hampir pada semua jenis produk plastik polos maupun bermerek.
"Kenaikannya sangat terasa sejak sebelum puasa. Hampir semua jenis plastik naik," ujar Ipang saat ditemui RRI Jakarta di lapaknya. Senin 6 April 2026.
Beberapa jenis plastik yang mengalami kenaikan paling signifikan antara lain:
- Plastik Merek Tomat: Naik dari Rp49.000 menjadi Rp73.000 per ikat (isi 5 pak).
- Plastik Merek Tiger (Merah): Melonjak dari Rp60.000 menjadi Rp93.000 per ikat.
- Plastik Merek Wayang: Hampir naik dua kali lipat, dari Rp18.000 menjadi Rp30.000.
- Styrofoam: Naik dari Rp26.000 menjadi Rp30.000.
- Thinwall & Gelas Plastik: Mengalami kenaikan bervariasi antara Rp2.000 hingga Rp4.000 dari harga normal.
Lonjakan harga ini memicu gelombang protes dari para pelanggan. Ipang mengaku banyak pembeli yang akhirnya membatalkan pesanan atau mengurangi jumlah pembelian karena harga yang dinilai terlalu tinggi.
Kondisi ini berimbas langsung pada omzet hariannya. Sebelum harga meroket, Ipang mampu mengantongi pendapatan hingga Rp2.000.000 per hari. Namun kini, pendapatannya menurun drastis ke kisaran Rp1.000.000 hingga Rp1.500.000 per hari.
"Banyak pelanggan yang komplain dan akhirnya tidak jadi beli. Meskipun ada yang tetap beli karena butuh, tapi jumlahnya berkurang," tambahnya.
Hingga saat ini, belum ada kejelasan pasti mengenai penyebab utama kenaikan harga dari pihak produsen atau agen besar. Ipang dan para pedagang lainnya di Pasar Kalibaru berharap agar pemerintah dapat segera menstabilkan harga agar aktivitas perdagangan kembali normal dan pelanggan setianya kembali berbelanja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....