Pemkab Aceh Barat Latih Guru dan Siswa Berhitung dengan Metode Gasing
- 06 Apr 2026 16:23 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Kegiatan pelatihan pandai berhitung dengan metode Gasing secara resmi dibuka Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP MM di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Barat, Senin, 6 April 2026. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama 15 hari dengan melibatkan guru dan siswa dari berbagai sekolah di Aceh Barat.
Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Barat, Drs. Adami Umar, M.Pd, mengatakan pelatihan ini bertujuan mengubah persepsi bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit dan menakutkan bagi siswa.
Menurutnya, metode Gasing yang dikembangkan oleh Yohanes Surya menawarkan pendekatan belajar yang mudah, asik, dan menyenangkan sehingga mampu meningkatkan minat belajar matematika.
“Pada tahap awal ini kita melatih pola 32-64, yaitu 32 guru dan 64 siswa yang masing-masing dibawa oleh guru dari sekolahnya untuk belajar bersama,” ujar Adami.
Ia menjelaskan, guru yang dipilih merupakan tenaga pendidik yang energik, sementara siswa yang dilibatkan justru mereka yang selama ini mengalami kesulitan atau ketakutan terhadap matematika.
Selama 15 hari pelatihan, peserta akan dibimbing oleh tim Gasing dari berbagai daerah di Indonesia, dengan harapan mampu melahirkan kader-kader olimpiade matematika di Aceh Barat.
“Melalui metode ini, kita ingin mengubah mindset bahwa matematika itu sulit. Justru dengan pendekatan yang tepat, pelajaran ini bisa menjadi menyenangkan bagi anak-anak,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Gasing Academy, Ridho Yaris, menambahkan bahwa pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknik berhitung, tetapi juga membentuk karakter guru agar lebih dekat dengan siswa.
“Jika guru mengajar dengan hati dan menggunakan metode yang tepat, maka siswa akan lebih mudah memahami pelajaran dan merasa senang belajar,” ujarnya.
Ia menyebutkan, selama 15 hari pelatihan, guru dan siswa akan mendapatkan pembelajaran secara intensif agar mampu menerapkan metode Gasing secara efektif di sekolah masing-masing.
Salah seorang peserta dari MTs Ruhul Qur’ani, Rifky, mengaku metode yang diajarkan cukup mudah dipahami dan membantu mempercepat penyelesaian soal perhitungan.
Ia berharap metode tersebut dapat terus diterapkan dalam proses belajar sehingga matematika menjadi pelajaran yang lebih mudah dan menyenangkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....