Kelurahan Gadang Sulap Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar
- 01 Apr 2026 11:16 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Di tengah ancaman krisis energi yang kian menghantui, inovasi justru lahir dari tingkat kelurahan. Warga di Kelurahan Gadang, Kota Banjarmasin, berhasil menyulap sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif bernama petasol.
Program ini digagas bersama masyarakat dan didorong langsung oleh Sang Lurah, Anisa Ellina. Ia mengungkapkan, ide ini muncul dari aktivitas rutin warga di bank sampah yang melakukan jual beli, agar menjadi sesuatu yang berguna.
“Awalnya kami melihat warga datang ke bank sampah untuk menjual dan membeli sampah. Dari situ terbesit ide, kenapa tidak kita manfaatkan sampah ini menjadi sesuatu yang lebih berguna,” ujar Anisa, di sela-sela pengolahan sampah, Rabu, 1 April 2026.

Tak berjalan sendiri, pihak kelurahan kemudian berkolaborasi dengan salah satu perguruan tinggi untuk mengembangkan metode pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar. Hasilnya, lahirlah petasol, bahan bakar alternatif yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari warga.
“Kita berkolaborasi dengan salah satu perguruan tinggi untuk pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar. Dengan inovasi ini, setidaknya warga bisa memanfaatkan petasol sebagai pengganti kompor atau elpiji untuk kebutuhan rumah tangga,” ujarnya.
Menariknya, proses pembuatan bahan bakar ini tidak membutuhkan teknologi canggih dan cukup memanfaatkan alat sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Ahmad Riyadi, anggota Bank Sampah Sumber Rezeki, menjelaskan cara pengolahannya cukup praktis.
“Warga cukup menyiapkan botol bekas air mineral, tutup botol, styrofoam, dan kantong plastik. Semua itu dipanaskan dengan api kecil hingga menghasilkan bahan bakar petasol,” katanya.
Menurutnya, selain mengurangi volume sampah plastik, inovasi ini juga memberi nilai ekonomi baru bagi masyarakat. Ke depan, pihak Kelurahan Gadang berencana mengembangkan inovasi ini agar lebih optimal, salah satunya dengan pengadaan mesin khusus untuk meningkatkan kapasitas produksi.
“Kami berharap inovasi ini bisa ditiru oleh masyarakat luas, terutama para agen 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Nanti juga akan kami anggarkan mesin agar hasilnya bisa lebih maksimal dan disempurnakan lagi,” ujar Anisa, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....