Bank Sampah Morse Indah Jadi Solusi Pengelolaan Limbah di Banjarmasin
- 12 Jun 2026 19:36 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Bank Sampah Morse Indah menjadi solusi pengelolaan limbah pasca penutupan TPA Basirih dengan mendorong pemilahan sampah dari sumbernya
- Memiliki inovasi tabungan emas bersama Pegadaian dan pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick yang bernilai ekonomi
- Berkontribusi mengurangi volume sampah dan mendukung program Agen 3R Kota Banjarmasin dalam upaya menjaga lingkungan
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Bank Sampah Unit Morse Indah di Kelurahan Pekauman terus berperan aktif dalam mendukung pengelolaan limbah pasca penutupan TPA Basirih. Melalui pendekatan berbasis masyarakat, lembaga ini dinilai mampu membantu mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Hal tersebut terungkap dalam riset mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang menyoroti kontribusi Bank Sampah Morse Indah terhadap pengelolaan sampah di Kota Banjarmasin. Selain menjadi tempat pengumpulan sampah terpilah, bank sampah ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.
Direktur Bank Sampah Morse Indah, Atim Susanto, mengatakan keberadaan bank sampah telah mendorong perubahan pola pengelolaan limbah di lingkungan masyarakat. Menurutnya, sistem yang diterapkan mengedepankan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
“Bank sampah mengubah pola lama kumpul-angkut-buang menjadi pola baru. Memilah sampah dari sumbernya,” ujar Atim saat dihubungi RRI, Jumat, 12 Juni 2026.
Ia menjelaskan, salah satu program unggulan yang dijalankan adalah tabungan emas hasil kerja sama dengan Pegadaian yang telah berlangsung sejak 2018. Program tersebut memberikan manfaat ekonomi bagi warga melalui pengelolaan sampah yang bernilai.

Selain itu, sampah plastik sachet yang terkumpul juga diolah menjadi ecobrick. Produk hasil daur ulang tersebut memiliki nilai jual dan telah dipasarkan hingga ke luar daerah.
Atim menilai inovasi tersebut semakin penting di tengah tingginya biaya pengangkutan sampah yang harus ditanggung pemerintah daerah. Berdasarkan data yang disampaikannya, biaya angkutan sampah menuju TPA Banjarbakula mencapai sekitar Rp2 miliar per tahun.
Upaya pengurangan sampah dari sumbernya juga diperkuat melalui program Agen 3R yang dijalankan Pemerintah Kota Banjarmasin. Program tersebut dinilai mampu membantu menekan volume sampah harian secara signifikan.
“Bagi masyarakat yang ingin berkontribusi menjaga lingkungan, layanan operasional bank sampah ini buka setiap hari Jumat dan Sabtu. Informasi pendaftaran nasabah dan detail kegiatan selengkapnya dapat diakses melalui akun Instagram resmi @banksampahmorseindah_bjm,” kata Atim Susanto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....