Hotel di Cirebon Terapkan Harga Fleksibel saat Lebaran

  • 29 Mar 2026 10:13 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pelaku usaha perhotelan di Kabupaten Cirebon memilih tidak menaikkan harga kamar secara signifikan selama libur Lebaran 2026 guna menjaga minat tamu di tengah kondisi ekonomi yang masih berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Kebijakan ini menjadi strategi untuk mempertahankan tingkat hunian hotel di Kabupaten Cirebon.

Ketua PHRI Kabupaten Cirebon, Ida Kartika, mengatakan bahwa kenaikan tarif hotel pada Lebaran tahun ini tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi pasar.

“Biasanya Lebaran naik 50 sampai 70 persen, tapi sekarang tidak terlalu tinggi karena situasi yang berbeda,” ujarnya kepada RRI, Sabtu, 28 Maret 2026. Ia menambahkan bahwa kenaikan harga tetap dilakukan secara wajar.

Menurutnya, jika harga terlalu tinggi, dikhawatirkan pemudik akan memilih alternatif lain dan tidak menginap di hotel. Oleh karena itu, pelaku usaha lebih memilih menjaga keseimbangan antara harga dan okupansi.

“Kalau terlalu tinggi, belum tentu mereka menginap karena kebutuhannya hanya untuk singgah,” katanya. Ia menegaskan pentingnya strategi harga yang realistis.

Selain itu, hotel juga bekerja sama dengan platform online untuk memasarkan kamar selama musim Lebaran. Sistem ini memberikan kemudahan bagi tamu dalam mencari penginapan.

Ia menjelaskan bahwa harga di platform online bisa terlihat lebih murah karena adanya promo dan diskon dari pihak aplikasi. Namun, penentuan harga dasar tetap dilakukan oleh pihak hotel.

Dengan strategi harga yang fleksibel, sektor perhotelan diharapkan tetap mampu menarik wisatawan dan pemudik. Langkah ini menjadi upaya menjaga stabilitas bisnis di tengah dinamika kondisi ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....