Senggigi Berbenah, Nyata Bangun Ekonomi Bukan Seremoni

  • 28 Mar 2026 23:25 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Pariwisata di Senggigi, Lombok Barat, kembali menjadi sorotan seiring derasnya perhatian pemerintah daerah dalam mendorong kebangkitan destinasi unggulan tersebut. Kepala Desa Senggigi, Mastur, menegaskan komitmen Pemda Lombok Barat terhadap pengembangan kawasan wisata ini tidak main-main.

“Perhatian Pemda Lombok Barat sudah all out untuk Senggigi. Ada jargon untuk kembali ke Senggigi, dan itu benar-benar diwujudkan melalui program nyata,” ujar Mastur saat ditemui RRI di Senggigi, Sabtu 28 Maret 2026.

Menurut Mastur, sejumlah proyek strategis telah digelontorkan untuk memperkuat infrastruktur pariwisata. Salah satunya pembangunan jogging track dengan anggaran mencapai Rp1,5 miliar. Selain itu, dermaga pelabuhan Senggigi juga dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp3,5 miliar.

“Ini bukti nyata. Jogging track sudah ada, dermaga juga dibangun. Bahkan pertengahan tahun ini akan dilanjutkan pembangunan jogging track dari BUMDes Senggigi sampai Senggigi View,” katanya menegaskan.

Ia juga menilai langkah Bupati Lombok Barat yang memprioritaskan Senggigi bukan tanpa alasan. Kawasan ini disebut sebagai lumbung Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berdampak langsung pada kesejahteraan desa-desa lain.

“Jangan salahkan Bupati jika terlihat fokus ke Senggigi. Tujuannya untuk meningkatkan PAD. Kalau pajak dari Senggigi naik, maka desa-desa lain juga akan menikmati Dana Bagi Hasil,” ucapnya.

Mastur memaparkan, peningkatan PAD dari sektor pariwisata Senggigi diyakini mampu mendorong tercapainya target pembangunan desa, termasuk program satu miliar per desa. Namun, ia juga mengungkapkan adanya kendala dalam penyerapan anggaran.

“Tahun sebelumnya DBH kami sempat mencapai Rp1,9 miliar, sekarang di 2025 sekitar Rp1,5 miliar. Bahkan SILPA saya mencapai Rp1 miliar lebih karena dana masuk di pertengahan Desember, jadi tidak sempat dieksekusi,” katanya.

Lebih jauh, Mastur berharap perhatian tidak hanya datang dari pemerintah kabupaten, tetapi juga dari pemerintah provinsi. Ia menilai pembangunan pariwisata NTB saat ini masih terpusat di wilayah Mandalika, Lombok Tengah.

“Saya berharap pemerintah provinsi juga memberi perhatian ke Senggigi dan desa-desa di Lombok Barat. Jangan hanya fokus di Mandalika,” ujarnya.

Ia bahkan menegaskan posisi historis Senggigi sebagai pionir pariwisata di NTB yang telah membuka jalan bagi berkembangnya destinasi lain di Pulau Lombok.

“Kalau tidak ada Senggigi, tidak akan ada Mandalika. Senggigi ini pioner. Semua dulu dipromosikan dari sini,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....