Truk Tangki Tabrak Cagar Budaya, Ketua TACB Banjarnegara Angkat Bicara
- 27 Mar 2026 17:16 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara: Sepekan sebelum lebaran, terjadi kecelakaan truk tangki yang menabrak jembatan kereta api nonaktif di Sokanandi Banjarnegara. Bagian depan truk tangki rusak parah, namun beruntung tidak ada korban jiwa. Kecelakaan tersebut juga mengakibatkan pondasi jembatan kereta api tersebut mengalami kerusakan sedang.
Atas peristiwa itu, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banjarnegara Heni Purwono angkat bicara. Ia meminta pihak terkait memperbaiki bagian pondasi jembatan yang mengalami kerusakan.
"Jembatan kereta api tersebut merupakan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) yang perlakuannya sama dengan cagar budaya, harus dilindungi sesuai dengan UU Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Jadi saya minta pihak terkait, entah perusahaan penabrak atau yang lain untuk dapat memperbaiki seperti semula. Jembatan itu potensial kita ajukan menjadi cagar budaya di tahun-tahun mendatang, karena memiliki nilai sejarah terkait transportasi massal di Banyumas Raya," jelas Heni.
Ia bahkan menilai, jaringan kereta api uap Serajoedal Stoomtram Matschpij (SDS) potensial untuk menjadi cagar budaya peringkat provinsi atau bahkan nasional.
"Stasiun kereta api Banjarnegara sudah ditetapkan jadi cagar budaya. Berikutnya saya rasa jaringan kereta api SDS ini penting untuk kita tetapkan juga sebagai situs cagar budaya. Selain menghubungkan beberapa kabupaten, juga jalur kereta api ini unik karena linier dengan aliran sungai Serayu. Maka sangat potensial untuk menjadi cagar budaya tingkat provinsi atau bahkan nasional," tambah Heni.
Bahkan, tambah Heni, tidak hanya terkait fungsi transportasi, ia menilai keberadaan kereta api di Banjarnegara juga sangat erat kaitannya dengan pergerakan nasional di Banjarnegara.
"Di masa lalu Klampok adalah kota buruh dengan adanya pabrik gula. Sementara Banjarnegara dan Wonosobo adalah penghasil kopi dan komoditas perkebunan penting lainnya yang diangkut oleh kereta api SDS. Di kancah politik pergerakan nasional, kereta api ini menjadi sarana transportasi bagi para delegasi kongres Syarikat Islam tahun 1934 yang dihadiri perwakilan SI se Indonesia dan kongres ini yang terakhir kali dihadiri oleh HOS Tjokroaminoto sebelum beliau wafat," jelas Heni.
Heni melihat sebelum kecelakaan terjadi di jembatan tersebut, bagian trotoar sempat longsor sehingga mempersempit bahu jalan. Ke depan ia berharap ada gerak cepat dari pihak terkait untuk mengantisipasi dan memitigasi agar kecelakaan serupa tidak lagi terjadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....