Puasa Syawal Jadi Penyempurna Ibadah

  • 25 Mar 2026 07:29 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Puasa Syawal menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan setelah bulan Ramadan sebagai bentuk penyempurna ibadah sekaligus refleksi dari latihan spiritual selama sebulan penuh menahan diri. Hal ini disampaikan dalam program Cahaya Pagi di Pro 4 RRI Surabaya, Selasa 24 Maret 2026.

Dalam siaran tersebut, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tambaksari Kemenag Kota Surabaya, Mochamad Ichsan S.Ag, membuka dengan harapan agar umat senantiasa diberi kekuatan iman dan kesehatan. “Mudah-mudahan pagi ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan kekuatan iman, Islam, dan sehat walafiat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, puasa Syawal merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal, yaitu bulan setelah Ramadan dalam kalender Hijriah. “Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dilakukan selama enam hari di bulan Syawal, sebagai peningkatan pasca puasa Ramadan,” jelasnya.

Menurutnya, Ramadan menjadi momentum pendidikan spiritual bagi umat Islam untuk menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus berlanjut. “Kebaikan-kebaikan di bulan Ramadan kita aplikasikan dalam sebelas bulan berikutnya,” kata Ichsan.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan puasa Syawal tidak harus dilakukan secara berturut-turut. “Puasa enam hari di bulan Syawal itu tidak harus berturut-turut, yang penting masih dalam bulan Syawal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ichsan menyampaikan keutamaan puasa Syawal yang disebutkan dalam hadis Nabi. “Barangsiapa berpuasa Ramadan kemudian diikuti enam hari di bulan Syawal, maka seakan-akan berpuasa sepanjang tahun,” tuturnya.

Ia menjelaskan perhitungan pahala tersebut berasal dari pelipatan kebaikan. “Satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali, sehingga 30 hari Ramadan menjadi 300 hari, ditambah enam hari Syawal menjadi 60 hari, total 360 hari atau setahun,” jelasnya.

Selain itu, puasa Syawal juga menjadi penyempurna ibadah Ramadan. “Puasa Syawal ini sebagai penyempurna ibadah Ramadan kita,” ujar Ichsan.

Ia menambahkan, puasa Syawal merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah. “Sebagai manusia, kita harus selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” katanya.

Tak hanya dari sisi spiritual, puasa Syawal juga memiliki manfaat kesehatan. “Puasa enam hari di bulan Syawal membantu proses detoksifikasi, menjaga berat badan, mengontrol pola makan, dan meningkatkan metabolisme tubuh,” jelasnya.

Dalam sesi tanya jawab, Ichsan menegaskan bahwa bagi yang memiliki utang puasa Ramadan, sebaiknya didahulukan. “Kalau punya utang puasa Ramadan, diutamakan qadha dulu karena itu wajib,” ujarnya.

Menutup siaran, ia berpesan agar umat Islam terus menjaga konsistensi ibadah sepanjang tahun. “Jadilah hamba Allah sepanjang masa, bukan hanya di bulan Ramadan. Apa yang kita lakukan di Ramadan, kita lanjutkan di bulan-bulan berikutnya,” pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....