BI DKI Gelar Sosialisasi PIDI di UNJ
- 11 Mar 2026 14:03 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta menggelar sosialisasi program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) kepada mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sebagai bagian dari upaya mendorong lahirnya talenta digital baru di Indonesia. Kegiatan tersebut digelar di Function Hall UNJ Kampus Rawamangun, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian promosi program PIDI – DIGDAYA x Hackathon 2026, sebuah inisiatif nasional yang digagas Bank Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sejumlah mitra strategis. Program tersebut dirancang sebagai wadah kolaborasi antara otoritas, akademisi, komunitas teknologi, hingga pelaku industri untuk melahirkan inovasi digital yang berdampak langsung pada perekonomian nasional.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Lily Mochamad Sadeli mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam mempercepat transformasi digital Indonesia. Menurutnya, Jakarta memiliki posisi strategis sebagai pusat lahirnya inovasi digital di tingkat nasional.
“Hal tersebut tercermin dari capaian Digital Competitiveness Index (DCI) dan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) yang menempatkan DKI Jakarta sebagai provinsi dengan tingkat daya saing digital tertinggi di Indonesia. Dengan posisi tersebut, Jakarta memiliki potensi besar menjadi pusat lahirnya inovasi dan talenta digital yang mampu memberikan solusi atas berbagai tantangan pembangunan nasional,” ujar Lily.
Lily menjelaskan, PIDI dirancang untuk menjawab sejumlah tantangan prioritas nasional. Tantangan tersebut mencakup penguatan ketahanan dan inovasi sektor keuangan, peningkatan produktivitas serta ketahanan pangan yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja, hingga percepatan layanan publik serta pengembangan ekonomi kreatif dan ekspor jasa digital.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada kompetisi ide semata. PIDI dibangun sebagai ekosistem inovasi yang berjalan secara menyeluruh melalui tiga pilar utama, yakni market intelligence untuk memetakan kebutuhan inovasi di pasar, innovation experimentation melalui kompetisi hackathon, serta digital talent development melalui program DIGDAYA (Digital Talenta Berdaya dan Berkarya).
Melalui skema tersebut, para peserta tidak hanya ditantang menghadirkan solusi teknologi, tetapi juga mendapatkan kesempatan meningkatkan kapasitas melalui berbagai pelatihan terstruktur dan pengembangan kompetensi di bidang digital.
Selain memperebutkan total hadiah senilai Rp1,4 miliar, peserta juga berkesempatan memperluas jaringan profesional melalui kegiatan business matching, job fair, hingga professional networking dengan pelaku industri teknologi dan ekonomi digital.
“Inovasi yang dihasilkan dalam program ini juga berpeluang memperoleh dukungan inkubasi untuk tahap implementasi produk. Dengan demikian, solusi yang dihasilkan tidak berhenti sebagai konsep, tetapi dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui sinergi antara otoritas, perguruan tinggi, komunitas teknologi, dan sektor industri, PIDI – DIGDAYA x Hackathon 2026 diharapkan menjadi langkah strategis dalam mempercepat pengembangan talenta digital nasional sekaligus memperkuat fondasi transformasi ekonomi menuju visi Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....