Gubernur NTB Ajak Polhut dan Warga Jaga Hutan Cegah Bencana
- 05 Mar 2026 08:48 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, meminta jajaran Polisi Kehutanan dan masyarakat memperkuat komitmen menjaga kelestarian hutan. Seruan itu ia sampaikan saat melakukan penanaman pohon di kawasan wisata alam Benang Kelambu, Desa Aik Berik, Lombok Tengah, Rabu, 4 Maret 2026.
Dalam kegiatan yang dirangkai dengan silaturahmi bersama personel Balai KPH Wilayah I Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB tersebut, Iqbal menegaskan kondisi hutan di sejumlah wilayah NTB kian memprihatinkan. Ia mengaku menemukan banyak titik kerusakan saat berkeliling Pulau Sumbawa dan Lombok bagian selatan.

Menurut dia, degradasi hutan menjadi pemicu meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi di daerah itu. “Seminggu lalu hujan turun tiga hari berturut-turut, banjir terjadi di 14 titik. Itu tidak lepas dari kerusakan hutan,” kata Iqbal di hadapan para polisi kehutanan.
Iqbal juga menyinggung kerusakan jalan provinsi di kawasan Sekotong hingga Mawun yang menurutnya, menjadi bukti nyata dampak gundulnya hutan di wilayah perbukitan. Hilangnya tutupan vegetasi membuat tanah mudah tergerus air dan memperparah longsor maupun banjir bandang.
Momentum Ramadan, kata dia, seharusnya menjadi pengingat untuk menahan diri dari perilaku eksploitatif terhadap alam. Ia meminta para Polhut memaknai tugas menjaga hutan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan panggilan moral.
“Jaga hutan seperti menjaga keluarga sendiri. Nasib masyarakat di hilir sangat tergantung pada apa yang dilakukan petugas di kawasan hutan,” ujarnya.
Iqbal berjanji akan meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan dan fasilitas kerja aparat kehutanan. Dukungan itu, menurut dia, penting agar pengawasan di lapangan berjalan optimal dan tidak mudah dilemahkan oleh berbagai tekanan.
Selain penguatan internal, ia mendorong pendekatan persuasif kepada warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Polhut diminta membangun kemitraan, bukan sekadar penindakan. “Jadilah sahabat masyarakat sekitar hutan. Ajak mereka menjaga bersama, supaya yang kita wariskan kepada anak cucu adalah keberlanjutan, bukan kerusakan,” kata Iqbal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....