BPBD NTB Tinjau Kerusakan Infrastruktur Pascabencana di Pulau Sumbawa

  • 27 Feb 2026 13:44 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat) kembali meninjau sejumlah titik kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan di Pulau Sumbawa pada Selasa dan Rabu, 24–25 Februari 2025. Peninjauan dilakukan untuk memvalidasi kondisi lapangan sebelum proses perbaikan dimulai.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin turun langsung bersama Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR), tim kerja sama, serta konsultan teknis. Mereka memastikan kerusakan yang sebelumnya terdata benar-benar sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.

“Validasi ini penting agar pekerjaan nanti tepat sasaran dan sesuai kebutuhan riil,” ujar Sadimin melalui keterangan resminya, Jumat, 27 Februari 2026.

Di Kabupaten Sumbawa, tim mendatangi sejumlah titik infrastruktur terdampak di Kecamatan Lunyuk dan Kecamatan Moyo Hilir. Kerusakan di dua wilayah ini dinilai cukup mengganggu akses masyarakat, terutama jalur distribusi barang dan mobilitas harian warga.

Peninjauan kemudian berlanjut ke Kabupaten Bima. Di wilayah Parado, tim memeriksa kondisi jalan amblas yang menjadi salah satu akses penghubung antarwilayah. Kerusakan tersebut dikhawatirkan membahayakan keselamatan pengguna jalan jika tidak segera ditangani.

Selain memastikan kesiapan perbaikan infrastruktur, BPBD NTB juga menyalurkan bantuan logistik untuk mendukung percepatan penanganan darurat. Bantuan berupa 50 paket pangan dan 50 paket sandang diserahkan kepada BPBD Kabupaten Sumbawa. Distribusi logistik serupa juga diberikan kepada BPBD Kabupaten Bima.

Bantuan tersebut dimaksudkan untuk meringankan beban masyarakat terdampak sambil menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur rampung.

Sadimin menegaskan, seluruh titik kerusakan yang ditinjau telah masuk daftar prioritas penanganan dan akan segera dikerjakan dalam waktu dekat. Pemerintah daerah berupaya memastikan proses rehabilitasi berjalan efektif, mengingat infrastruktur yang rusak merupakan jalur vital bagi aktivitas ekonomi dan keselamatan warga.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....