LPG 3 KG Subsidi ternyata Bukan untuk Masyarakat Miskin Saja

  • 25 Feb 2026 19:35 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu - Meskipun tertulis "Untuk Masyarakat Miskin", namun gas LPG 3 kg subsidi bisa digunakan semua masyarakat umum. Peraturan Menteri ESDM nomor 28/2021 tentang perubahan atas Permen ESDM nomor 21/2009 tentang Penyediaan dan pendistribusian LPG, menyebutkan gas dengan sebutan "Tabung Melon" ini, bisa digunakan untuk Rumah Tangga, Usaha Mikro, Pertanian dan Nelayan sasaran.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Dompu, Sukarno mengatakan, dengan kuota terbatas, membuat stok gas subsidi ini, sering langkah. Akibatnya, terjadi kenaikan harga yang sangat signifikan. Untuk tahun 2025 saja, kekurangan gas LPG 3 kg saja, hanya tercukupi 67,23 persen dari jumlah kelompok sasaran dimaksud.

"Tahun 2026 Pemkab Dompu, mengusulkan kuota sebesar 10.582 matriks ton (MT), namun hanya bisa di penuhi sebanyak 6.669 MT dengan tambahan 455 MT," katanya, Rabu, 26 Februari 2026.

Usulan itu, jauh dari jumlah sasaran kelompok penerima gas subsidi ini. Sukarno mengatakan, berdasarkan data kebutuhan untuk kelompok rumah tangga berdasarkan DTKS mencapai 48.258. Sementara untuk kebutuhan kelompok usaha mikro mencapai 12.619. Untuk nelayan dan kelolompok pertanian, Pemkab Dompu tidak mengusulkan karena saat pengusulan, dya kelompok ini tidak menggunakan gas subsidi.

Untuk mengatisipasi gejolak di tahun 2026, Pemkab Dompu menambah pengusulan kuota gas subsidi.

Tahun 2026, Pemkab Dompu mengusulkan kuota gas LPG sebesar 16.195 MT. Dasar pengusuan kuota ini didasari dari Kelompok Rumah Tangga mencapai 48.016 sasaran, Usaha Mikro mencapai 15.194 sasaran dan kelompok petani sasaran mencapai 280.

"Penghitungan kebutuhan ini, diasumsikan per rumah tangga membutuhkan 4 tabung per bulan," katanya.

Diperkirakan, pada saat musim tanam, kebutuhan gas LPG 3 kg, akan semakin meningkat. Sebab, dari databyang di dapat, 280 kelompok pertanian ini akan membutuhkan fas LPG, sebagai pengganti BBM. Untuk itu, Pemkab Dompu, meminta Pertamina dan distributor, menambah volume distribusi ke Kabupaten Dompu.

Berdasarkan sistem MAP, pada Oktober 2025 tercatat sebanyak 35.482 rumah tangga dan 1.231 UMKM sebagai pengguna. Sementara berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Dompu, jumlah rumah tangga tercatat sebanyak 87.752 dan UMKM mencapai 23.142 unit.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Perbedaan data yang cukup signifikan ini diduga menjadi salah satu faktor berkurangnya kuota elpiji subsidi untuk Dompu tahun ini. Pemkab Dompu berharap adanya evaluasi dan sinkronisasi data agar kebutuhan riil masyarakat dapat terakomodasi, sehingga distribusi elpiji subsidi tepat sasaran dan tidak lagi menimbulkan kelangkaan maupun lonjakan harga di pasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....