BPBD DKI Gelar Sinergi Pentahelix Penanggulangan Bencana 2026
- 24 Feb 2026 17:34 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta menggelar forum sinergi Pentahelix Penanggulangan Bencana di Wilayah DKI Jakarta Tahun 2026. Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan bencana yang terpadu dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Provinsi Banten, BNPB, Direktur Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kementerian Dalam Negeri, Pangdam Jaya, Polda Metro Jaya, para wali kota dan bupati Administrasi Kepulauan Seribu, kepala OPD Pemprov DKI Jakarta, direktur BUMD, pimpinan lembaga usaha dan kemanusiaan, rektor perguruan tinggi, hingga pimpinan media.
“Forum tersebut bukan sekadar diskusi formal, melainkan ruang untuk merumuskan aksi konkret. Kami berharap melalui forum ini lahir output yang real dan bisa langsung dirasakan masyarakat. Kita tidak lagi hanya berbicara di atas kertas, tetapi melakukan gladi bersama dan praktik kolaborasi di lapangan,” kata Pelaksana Harian Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Marulitua Sijabat, di Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.
Lebih lanjut Marulitua menjelaskan pada 2026 pihaknya menyiapkan empat program utama dengan total 26 kegiatan yang ditawarkan untuk dikerjasamakan. Keempat program tersebut meliputi pencegahan dan kesiapsiagaan, kedaruratan dan logistik, rehabilitasi dan rekonstruksi, serta data dan informasi kebencanaan.
Pada program pencegahan dan kesiapsiagaan, BPBD telah menjalankan ruang literasi kebencanaan, penilaian ketangguhan gedung, gladi kesiapsiagaan, serta apel siaga bencana. Selain itu, tengah disusun rencana kontingensi, kajian risiko bencana bersama asistensi BNPB, hingga finalisasi rancangan peraturan daerah tentang penanggulangan bencana dan perubahan iklim yang ditargetkan masuk Propemperda 2027 sebagai pembaruan dari perda tahun 2009.
Sedangkan upaya pemberdayaan masyarakat juga diperkuat melalui program Kelurahan Tangguh Bencana. Sepanjang 2025, sebanyak 580 fasilitator telah dilatih bekerja sama dengan BNPB. Program tersebut dilengkapi inisiatif Sekolah dan Madrasah Aman Bencana, peningkatan kapasitas penyandang disabilitas, hingga operasi modifikasi cuaca yang rutin dikoordinasikan dengan BMKG untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi.
Lebih lanjut dia menjelaskan, di bidang kedaruratan dan logistik, BPBD menawarkan pelatihan peningkatan kapasitas petugas gabungan serta penyediaan buffer stock logistik dan peralatan bagi warga terdampak. Sementara pada program rehabilitasi dan rekonstruksi, terdapat tujuh kegiatan, mulai dari kajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna), peningkatan kapasitas aparatur dan masyarakat, layanan dukungan psikososial, hingga pemberdayaan masyarakat dalam pemulihan fisik.
Adapun dalam program data dan informasi kebencanaan, BPBD mengedepankan Festival Pendidikan Kesiapsiagaan Bencana (FestiGana) sebagai bagian dari prioritas menyongsong lima abad Kota Jakarta pada 2027. Selain itu, digelar Aksi Wanita Tangguh 2026, podcast dan talkshow “Sobat Asik”, serta pengembangan aplikasi android Sistem Informasi Manajemen Bencana (Simba Pentahelix) yang ke depan akan dibuka untuk seluruh unsur kolaborasi.
Melalui forum tersebut, BPBD DKI Jakarta berharap setiap unsur Pentahelix dapat mengambil peran sesuai kapasitasnya dan bergerak dalam satu komando. Sinergi multipihak tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem penanggulangan bencana yang responsif, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga keselamatan warga Jakarta dapat terjamin secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....