Strategi NTB Redam Harga Cabai saat Ramadan

  • 19 Feb 2026 10:27 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memantau pergerakan harga bahan pokok selama Ramadan. Salah satu komoditas yang menjadi perhatian serius yaitu cabai rawit yang menembus harga Rp115 ribu per kilogram di pasar tradisional.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, Irnadi Kusuma, mengatakan pemerintah memilih memetakan titik-titik atau spot panen cabai di dalam daerah sebagai langkah awal pengendalian harga. Opsi mendatangkan pasokan dari luar daerah disebut sebagai pilihan terakhir.

“Kita tidak berbicara stok luar masuk ke sini, tetapi bagaimana memetakan spot panen yang masih ada di NTB,” kata Irnadi, Kamis, 19 Februari 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, Irnadi Kusuma. Foto: RRI/Muh.Halwi

Irnadi mengungkapkan, harga cabai rawit sebelumnya berada di kisaran Rp65 ribu per kilogram. Lonjakan lebih dari 70 persen ini diduga dipicu cuaca buruk dan intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, sehingga menghambat proses panen dan distribusi dari sentra produksi ke pasar.

“Penyebabnya karena musim hujan, ada kendala untuk memanen. Kalau kita lihat, spot panen masih ada sehingga ada peluang harga turun,” ujarnya.

Selain cabai rawit, sejumlah komoditas bumbu dapur juga mengalami kenaikan. Cabai merah tercatat Rp45 ribu per kilogram, tomat Rp10 ribu per kilogram, bawang merah Rp40 ribu per kilogram, dan bawang putih Rp40 ribu per kilogram.

Irnadi mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Tim Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Pangan untuk memastikan tidak ada praktik permainan harga di tengah tingginya permintaan selama Ramadan.

Di sisi lain, pemerintah daerah menyiapkan langkah intervensi berupa pasar murah di lima titik selama bulan puasa. Skema ini diharapkan mampu menahan laju kenaikan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

"Kembali ke permintaan masyarakat, mereka yang mengajukan surat kepada kami dan kami akan lihat skala kebutuhannya apakah layah di situ atau tidak," kata Irnadi.

Langkah pemetaan spot panen lokal, menurut Irnadi, menjadi strategi jangka pendek untuk memastikan pasokan tetap tersedia tanpa harus bergantung pada distribusi dari luar daerah. Pemerintah berharap dengan optimalisasi potensi petani lokal, tekanan harga bisa segera mereda dalam beberapa pekan ke

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....