Gulkarmat DKI Operasikan Simulator Pemadam Berbasis Teknologi Modern

  • 10 Feb 2026 15:22 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mulai mengadopsi teknologi simulasi modern untuk meningkatkan kompetensi personel dalam menghadapi kebakaran. Penggunaan teknologi ini menjadi bagian dari transformasi pendidikan kepemadamkebakaranan menuju standar akademi internasional.

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, meresmikan penggunaan Basic Firefighting Simulator tersebut di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Pusdiklatkar), Ciracas, Jakarta Timur, Selasa, 10 Februari 2026. Fasilitas ini dirancang untuk memberikan pengalaman lapangan secara digital bagi para petugas.

"Ya ini ikhtiar kita untuk meningkatkan kapabilitas anggota. Jadi belajar dengan teknologi, belajar seperti IOT, AI, ini kan menjadi hal yang baru. Dan ini tadi disampaikan ini kita berharap menjadi akademi gitu ya, jadi ini ikhtiar kita untuk bisa meningkatkan kemampuan anggota," ujar Bayu di sela-sela peresmian.

Berbeda dengan metode latihan konvensional di ruang terbuka yang memiliki keterbatasan skenario, simulator ini menawarkan tingkat presisi yang mendekati kondisi sebenarnya di lapangan. Melalui integrasi teknologi, personel dapat berhadapan dengan berbagai variabel api dan risiko tanpa harus terpapar bahaya fisik secara langsung pada tahap awal pelatihan.

"Ya, real. Situasi yang dihadapi itu seperti real. Seperti apa adanya, seperti apa yang terjadi, akan dihadapi. Yang sekarang ini kan kita paling open ya, terbuka, ini lebih lengkap lah," kata Bayu menjelaskan keunggulan fasilitas tersebut dibandingkan metode lama.

Bayu menekankan bahwa adaptasi teknologi merupakan keniscayaan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM). Gulkarmat berkomitmen untuk terus memperbarui kurikulum pelatihan agar selaras dengan perkembangan zaman.

"Iya, betul peningkatan SDM, dalam artian bahwa ya teknologi nggak mungkin bisa didiemin gitu ya. Ini kita harus ikutin, nggak ada cara lain selain mengikuti perkembangan," tuturnya.

Pengembangan sistem simulator ini juga melibatkan studi komparasi dan kerja sama dengan instansi pemadam kebakaran mancanegara. Bayu menyebut pihaknya membangun kolaborasi dengan Singapore Civil Defence Force (SCDF) untuk memastikan standar pelatihan di Jakarta setara atau bahkan melampaui standar regional.

"Sebagian kita bekerjasama dengan teman-teman SDF di Singapura. Dan sepertinya ini lebih levelingnya lebih baik. Ya sama-sama doa, peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat semakin baik," pungkas Bayu.

Kehadiran simulator ini diharapkan dapat menekan angka kecelakaan kerja pada petugas saat operasi pemadaman yang sesungguhnya, sekaligus mempercepat respon dan ketepatan pengambilan keputusan dalam situasi darurat di Jakarta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....