DLH DKI Siapkan Sarana Pemadaman dan Posko Siaga 24 Jam di TPST Bantargebang

  • 09 Jul 2026 07:31 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • DLH DKI Jakarta menyiapkan sarana pemadaman lengkap termasuk pompa air, APAR, mobil pemadam kebakaran, dan tangki air di TPST Bantargebang untuk mitigasi risiko kebakaran musim kemarau.
  • Posko Siaga Bencana beroperasi 24 jam dengan penugasan petugas piket bergilir untuk memastikan pemantauan lapangan dan kesiapan personel secara berkelanjutan.
  • Alat berat seperti excavator dan bulldozer disediakan siaga 24 jam untuk mendukung lokalisasi area, pembukaan akses, dan pengendalian apabila terjadi kebakaran di kawasan landfill.

RRI.CO.ID, Jakarta - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyiapkan sarana pemadaman dan posko siaga 24 jam untuk memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan di TPST Bantargebang dalam menghadapi musim kemarau.

Sarana dan prasarana pemadaman dilengkapi pompa air, selang, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), kolam penampungan air, tangki air, mobil pemadam kebakaran, mobil tangki air, serta mobil spray steam.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi mengatakan, keberadaan sarana pemadaman dan posko tersebut untuk mendukung penanganan awal apabila ditemukan titik api. “Penyemprotan dan penyiraman air pada zona landfill juga dilakukan secara berkala sebagai bagian dari pengendalian risiko selama musim kemarau,” kata Dudi, di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.

Dudi menjelaskan, pihaknya turut berkoordinasi dengan PT NOEI selaku pengelola power house yang memanfaatkan gas metana di TPST Bantargebang untuk memastikan pemeriksaan, perbaikan, dan pemeliharaan jaringan pipa gas metana berjalan baik.

“Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi teknis terhadap fasilitas pendukung di kawasan TPST Bantargebang,” ucapnya.

Dudi mengatakan, kesiapsiagaan juga diperkuat melalui pengoperasian Posko Siaga Bencana yang berjalan selama 24 jam secara bergiliran. Penugasan petugas piket ditetapkan melalui Surat Tugas Piket Siaga Bencana guna memastikan pemantauan lapangan, kesiapan personel, serta ketersediaan sarana mitigasi dapat berjalan rutin dan berkelanjutan.

“Seluruh alat berat, seperti excavator dan bulldozer, juga dipastikan dalam kondisi prima dan siaga selama 24 jam,” ujarnya.

Dudi menambahkan, alat berat tersebut dibutuhkan untuk mendukung proses lokalisasi area, membuka akses penanganan, dan membantu pengendalian apabila terjadi kebakaran di kawasan landfill.

“UPST memastikan personel, alat berat, dan sarana pendukung berada dalam kondisi siap. Dalam penanganan potensi kebakaran di area landfill, kecepatan deteksi dan kemampuan melokalisasi area menjadi sangat penting agar situasi tidak meluas,” kata Dudi.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta juga memastikan kesiapan aspek sumber air seperti tandon air, kolam penampungan, serta dukungan armada tangki tetap disiapkan. “Saat ini, TPST Bantargebang memiliki titik hidran yang berada di area PLTSa Merah Putih dan RDF Bantargebang. Ketersediaan air pendukung terus diperkuat melalui koordinasi dan penyiapan sarana tambahan di lapangan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....