2025 Perum Bulog Atambua Serap 1000 Ton GKP
- 08 Feb 2026 17:53 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Perum Bulog Kantor Cabang Atambua dalam upaya mendukung dan menjaga ketahanan pangan telah menyerap lebih dari 1.000 ton lebih Gabah Kering Panen (GKP) dari seluruh petani lokal di Kabupaten Belu, Malaka dan Kabupaten Timor Tengah Utara.
Kepada rri.co.id Sabtu 8 Februari 2026 Kepala Bulog Kantor Cabang Atambua Yermi Ruthando Febriant Djami mengatakan, wilayah dengan penyuplai beras dengan produktivitas tinggi adalah Ponu, Lurasik dan juga Wedomu sebagai sentra produksi pertanian di daerah perbatasan.
Yermi RF Djami menambahkan terkait penyerapan beras, dibeli dengan harga Rp12.000 rupiah perkilogram yang diantarkan di gudang Bulog Atapupu sesuai regulasi yang disosialisasikan kepada masyarakat dan sementara untuk Gabah Kering Panen dibeli dengan harga Rp6.500 rupiah.
",Tahun 2025 kita serap 1.000 lebih dan tahun 2026 kita targetkan yang sama namun semakin banyak akan semakin meningkatkan ketahanan pangan," kata Yermi Djami.
Ia menekankan terkait pemasok yang akan menjual beras ke Bulog maupun pengusaha penggilingan padi diwajibkan mendaftar sebagai mitra resmi sehingga tidak menimbulkan persoalan serius kedepannya.
"Persyaratan administrasi yang dibutuhkan mencakup Nomor Induk Berusaha (NIB), KTP, NPWP, alamat email aktif dan buku rekening bank. Pendaftaran ini terbuka bagi petani, penggilingan padi, maupun pedagang beras eceran," ucap Yermi Djami.
Ia menegaskan beras yang diserap dari masyarakat harus memenuhi spesifikasi kualitas yang ditetapkan Badan Pangan Nasional yang diatur dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2025, tentang perubahan kedua atas Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025 mengenai harga pembelian pemerintah dan rafaksi harga gabah dan beras.
Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga kualitas beras yang diserahkan dikarenakan beras yang diserahkan nantinya akan didistribusikan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program pemerintah seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, dan program sosial lainnya.
Selain itu dirinya mengingatkan semua untuk selalu menjaga kualitas beras dengan menjemur di lantai jemur dan pihaknya secara intensif membangun kerjasama dengan para penyuluh pertanian untuk terus mengedukasi dan mendorong petani untuk menjaga hasil panen dengan baik.
Menurutnya melalui skema Bulog tidak hanya berfungsi sebagai penyangga stok pangan nasional, tetapi juga menjadi jembatan antara hasil panen petani lokal dan kebutuhan masyarakat secara luas, terutama di wilayah NTT yang memiliki tantangan geografis dan distribusi. (KM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....