Museum NTB Perkuat Riset dan Edukasi Publik

  • 08 Feb 2026 14:49 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Museum NTB menempatkan penguatan riset dan fungsi edukasi sebagai prioritas pengembangan kelembagaan. Strategi ini dipandang penting untuk memastikan museum tetap relevan di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi.

Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam menjelaskan bahwa museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga sebagai pusat produksi pengetahuan kebudayaan. Ia menilai peran tersebut harus diperkuat melalui pendekatan ilmiah dan publikasi terbuka.

“Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi ruang belajar dan pusat kajian kebudayaan,” ungkapnya, Minggu 8 Februari 2026.

Menurut Nuralam, penguatan riset menjadi fondasi dalam membangun narasi sejarah yang akurat dan kontekstual. Ia menekankan pentingnya dokumentasi serta kajian akademik terhadap setiap koleksi yang dimiliki museum.

Ia menjelaskan bahwa hasil riset tersebut akan dipublikasikan secara luas agar dapat diakses masyarakat. Langkah ini disebutnya sebagai bagian dari transformasi museum menjadi lembaga edukatif yang inklusif.

“Riset menjadi dasar agar informasi yang kami sampaikan kepada publik memiliki landasan ilmiah yang kuat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia memandang fungsi edukasi museum harus menjangkau berbagai kelompok usia. Program pembelajaran berbasis koleksi dinilai mampu memperkuat literasi sejarah generasi muda.

Menurutnya, pendekatan edukatif tersebut perlu dikemas secara komunikatif agar mudah dipahami. Museum, ujarnya, harus menjadi ruang interaksi yang menarik dan partisipatif.

“Kami ingin museum menjadi ruang belajar yang terbuka, bukan ruang yang terasa jauh dari masyarakat,” tuturnya.

Ia juga menilai penguatan fungsi riset akan berdampak pada peningkatan kualitas promosi kebudayaan. Informasi yang berbasis penelitian diyakini lebih kredibel dan memiliki daya tarik lebih kuat.

Nuralam menambahkan bahwa kolaborasi dengan akademisi dan lembaga pendidikan menjadi bagian dari strategi penguatan tersebut. Sinergi ini dinilai penting untuk memperkaya perspektif kajian sejarah daerah.

“Kerja sama dengan perguruan tinggi akan memperkuat kualitas kajian dan publikasi museum,” paparnya.

Dalam pengembangannya, museum juga memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung publikasi hasil riset. Platform daring disebut menjadi sarana efektif dalam memperluas jangkauan informasi kebudayaan.

Ia optimistis, kombinasi antara riset yang kuat dan edukasi yang komunikatif akan memperkuat posisi Museum NTB sebagai pusat pengetahuan daerah. Pendekatan ini sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan publik.

Penguatan riset dan edukasi tersebut menjadi bagian dari transformasi jangka panjang Museum NTB menuju institusi kebudayaan yang adaptif, kredibel, dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....