PCNU Minahasa Gelar Istighosah Peringati Satu Abad NU
- 04 Feb 2026 12:26 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Minahasa - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Minahasa menggelar Istighosah dan Doa Bersama dalam rangka memperingati 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU). Kegiatan ini berlangsung khidmat di Pondok Tahfidz Raudhatul Qur’an Era Baru pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Istighosah dan doa bersama dipimpin langsung oleh Gus Barokah Zaenul Alam, SQ, dan diikuti jajaran pengurus PCNU Minahasa bersama badan otonom (Banom) NU. Turut hadir Muslimat NU, Fatayat NU, Pergunu, IPPNU, ISNU, Pagar Nusa, Banser, serta para santri Pondok Tahfidz Raudhatul Qur’an.
Suasana kegiatan berlangsung penuh kekhusyukan dengan lantunan doa dan dzikir bersama. Istighosah ini menjadi ungkapan rasa syukur atas perjalanan satu abad NU sekaligus doa memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan bagi umat, bangsa, serta daerah, khususnya Kabupaten Minahasa.
Usai pelaksanaan istighosah, Wakil Rois PCNU Minahasa, Arifin Kiaydemak, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa peringatan satu abad NU merupakan momentum refleksi atas peran panjang NU dalam menjaga persatuan bangsa.
Baca Juga: Pemkab Minahasa Lepas 23 Praja IPDN
“Kita bersyukur hari ini dapat melaksanakan kegiatan yang penuh makna sebagai wujud rasa syukur sekaligus doa bersama untuk keselamatan dan kemajuan umat serta bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, perjalanan NU selama satu abad membuktikan konsistensi perjuangan ulama dan warga Nahdliyin dalam menjaga keutuhan bangsa serta menebarkan dakwah Islam yang sejuk dan moderat.
“Sejak awal berdiri hingga kini, NU terus hadir di tengah masyarakat dengan membawa nilai keislaman yang rahmatan lil alamin dan menjaga persatuan bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Minahasa, Syafaruddin Maddepungeng, menegaskan bahwa peringatan satu abad NU menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan umat dan meningkatkan kontribusi NU dalam membangun masyarakat yang religius, toleran, dan harmonis.
Ia mengajak seluruh warga Nahdliyin di Minahasa untuk terus menjaga nilai kebersamaan, moderasi beragama, serta berperan aktif dalam pembangunan daerah melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.
“Mari kita jaga nilai kebersamaan sebagai modal utama dalam membangun daerah. Kehidupan sosial dan keagamaan harus berjalan beriringan demi menjaga keharmonisan yang selama ini terpelihara dengan baik,” tutup Syafaruddin.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antara pengurus PCNU, Banom NU, serta para santri, menandai semangat kebersamaan dalam menyongsong perjalanan Nahdlatul Ulama ke depan.
(Jeff Assa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....