Rezeki "Numpang Lewat" Ternyata Tanda Kepercayaan Allah
- 30 Jan 2026 13:16 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Hakikat rezeki yang sering terasa hanya “numpang lewat” dijelaskan dalam Kuliah Subuh RRI Pro 1 Banjarmasin, Kamis, 29 Januari 2026. Ustadz Muhammad Qamaruddin, ME., akademisi UIN Antasari Banjarmasin, menyampaikan bahwa kondisi itu merupakan bagian dari sistem distribusi Allah, bukan tanda kekurangan.
"Manusia sering mengeluh karena merasa sebagai pemilik harta, padahal ia hanya pengelola titipan. “Rezeki yang lewat dari tangan kita bukan hilang, tapi sedang menjalankan tugasnya,” ujarnya.
Menurutnya, konsep tersebut selaras dengan QS. Al-Hadid ayat 7 yang menyebut manusia sebagai mustakhlafiin atau wakil pengelola. Ia mengibaratkan manusia seperti kurir yang dipercaya menyalurkan amanah kepada pihak yang berhak.
Ia juga menjelaskan filosofi pipa dalam aliran rezeki agar tetap bersih dan lancar. “Kalau pipa lancar, airnya bersih; kalau ditahan, justru jadi kotor,” katanya.
Ustadz Qamaruddin menekankan bahwa harta yang mengalir melalui nafkah dan sedekah justru menjaga keberkahan hidup. Menahan harta, menurutnya, dapat membuat aliran rezeki tersendat dan kehilangan nilai manfaat.
“Kita hanya pengelola, maka jadilah seperti pipa yang mengalir. Yang dibelanjakan di jalan Allah itulah yang abadi, sedangkan yang ditumpuk akan hilang. Dompet boleh kosong, tapi hidup penuh keberkahan,"ucapnya.
Ia menambahkan bahwa QS. Saba’ ayat 39 menegaskan jaminan Allah mengganti harta yang diinfakkan. Melalui pemahaman itu, masyarakat diajak tidak khawatir berbagi karena rezeki yang “numpang lewat” justru menjadi tanda kepercayaan dari Allah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....