Matematika dalam Syariat Kurban Wujudkan Keadilan Sosial
- 25 Mei 2026 09:40 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pendekatan matematika ternyata mampu memberikan perspektif baru dalam syariat kurban. Hal ini diuraikan secara lugas oleh Ustaz Hasby Assidiqi. Dalam siaran Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin, Minggu 24 Mei 2016.
Ustaz Hasby memaparkan konsep nishab sebagai penentu beban kewajiban. Pendekatan kalkulatif ini memastikan warga miskin tetap merasa aman. Orang yang belum mampu secara finansial justru berhak menerima.
Ustaz Hasby juga membahas pentingnya rasio nisbah dalam distribusi daging. Pola pembagian sepertiga menjadi rujukan utama untuk mencapai keadilan. Fakir miskin dan kaum kerabat harus mendapatkan jatah proporsional.
"Rumusan matematika ini sangat efektif mencegah ketimpangan sosial pada masyarakat. Kurban terbukti memiliki dampak sosial yang sangat terukur kejelasannya. Satu ekor hewan mampu menghadirkan kebahagiaan bagi banyak keluarga," ucapnya.
Ustaz Hasby juga menyampaikan tentang keadilan pembagian lokal. Panitia disarankan mengutamakan kelompok miskin demi menghindari kecemburuan sosial. Pengelolaan yang transparan pasti akan menambah nilai keberkahan komunal.
Ibadah kurban turut menjanjikan pelipatgandaan pahala di kehidupan akhirat. Setiap kebaikan hamba akan dibalas hingga tujuh ratus kali. Angka luar biasa ini membuktikan besarnya rahmat Allah Ta'ala.
"Matematika bukan sekadar alat bantu ukur, jika ruhnya adalah takwa. Semoga seluruh umat Islam mendapat kelapangan rezeki dalam berkurban," ucap Ustaz Hasby dipenghujung acara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....