Cuaca Ekstrem NTB, DPRD Desak Pengerukan Sungai
- 23 Jan 2026 10:25 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini menjadi atensi bersama. Pasalnya, hujan dengan instensitas tinggi disertai angin kencan berdampak banjir dan tanah longsor.
Anggota DPRD NTB Ir. Made Selamet menuturkan bahwa bencana yang terjadi tidak lantas untuk berdiam diri. Namun segara dilakukan penanganan secara menyeluruh oleh pemerintah daerah.
Menurutnya, kolaborasi harus dikedepankan agar pelayanan kebencanaan berjalan massif dan optimal.
“Ini memang tidak bisa ditangani oleh masing-masing daerah, Seperti misalnya kabupaten sendiri, kota jalan sendiri, provinsi jalan sendiri itu, itu gak bisa. Nah ini programnya harus bersama-sama lah,” katanya, Jumat 23 Januari 2026 menyikapi musibah bencana banjir yang terjadi di wilayah NTB.
Politisi PDIP NTB ini menegaskan, pemerintah provinsi sebagai koordinator maka programnya itu harus bersinergi, satu dengan yang lainnya dalam menyikapi ataupun antisipasi bencana. Dalam penantaan tata ruang dan tata wilayah diakuinya, harus disinergikan agar terdapat ruang yang benar-benar diperuntukan untuk ruang terbuka hijau dan lainnya.
“Tata ruangnya itu harus betul-betul, kota provinsi itu harus betul-betul dilaksanakan. Sekarang ini gak sekiranya ini. Hanya diaturan saja seperti itu. Ini masalahnya. Ya terutama dalam hal derainase,” ucapnya.
Anggota Komisi V DPRD NTB ini mengungkapkan, pengerukan sedimentasi sungai ataupun saluran deraninase menjadi langkah penting dalam memastikan arus aliran sungai berjalan lancar.
“Ini yang sangat urgen. Ya kan sambil evaluasi kan. Ini dulu pengerukan harus massal,” ujarnya.
Wakil rakyat dapil kota Mataram ini menambahkan, disamping pendangkalan persoalan sampah juga sangat mengkhawatirkan. Sampah tidak sedikit yang dibuang ke sungai sehingga terjadi penyumbatan.
| Baca juga: Cuaca Cerah hingga Berawan Sepanjang Hari |
Keberadaan tempat pembuangan sampah sementara juga minim ditemukan sehingga pemerintah daerah diharapkan agar bisa menempatkan kontainer-kontainer dalam mendekatkan pelayanan sampah.
“Karena tidak ada tempat penampungan sampah sementara maka tidak sedikit dari masyarakat yang membuang sampah ke sungai maupun selokan,” ungkapnya.
Made Selamet mengingatkan masyarakat untuk mencintai lingkungan dengan tidak melakukan hal-hal yang bisa menimbulkan bencana terlebih disaat cuaca ekstrem saat ini.
Namun yang paling penting meminta pemerintah daerah melalui OPD tehnis agar segera melakukan pengerukan terhadap sungai-sungai maupun drainase sehingga sungai dan drainase yang ada bisa menampung volume air dengan maksimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....