Telan Rp32 Miliar, Jalan Simpang Pototano Kembali Mulus
- 23 Jan 2026 08:52 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Sumbawa - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meresmikan rampungnya pembangunan dan revitalisasi Jalan Simpang Pototano di Desa Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat. Ruas sepanjang 4 kilometer itu kembali berfungsi penuh setelah bertahun-tahun rusak akibat genangan air dan banjir.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan proyek perbaikan jalan tersebut menelan anggaran Rp32 miliar dari APBD Provinsi NTB. Pekerjaan dilakukan selama tiga setengah bulan dan rampung pada 31 Desember 2025.
“Sekarang jalan sudah bisa dimanfaatkan secara optimal,” kata Iqbal, Jumat, 23 Januari 2026.
Jalan Simpang Pototano tampak mulus setelah selesai diperbaiki. Foto: RRI/Biro Umum dan Adpim Setda NTB.Menurut Iqbal, kerusakan jalan dipicu buruknya sistem drainase sejak 2017. Setiap hujan, air menggenangi badan jalan dan mempercepat kerusakan aspal. Selain perbaikan struktur jalan, proyek ini juga mencakup pembenahan drainase dan pemasangan penerangan jalan umum.
Secara teknis, kata Iqbal, pekerjaan telah sesuai perencanaan. Namun satu titik sempat mengalami ambruk akibat kondisi geologis. Titik tersebut telah ditangani kontraktor dan masih berada dalam masa pemeliharaan selama enam bulan.
“Jika ada kerusakan, itu masih menjadi tanggung jawab kontraktor,” ujarnya.
Iqbal menekankan pentingnya peran masyarakat dan pemerintah desa menjaga drainase lingkungan. Ia mengingatkan, saluran utama tidak akan berfungsi optimal jika drainase sekitar dipenuhi sedimentasi dan sampah.
“Air adalah musuh utama jalan. Kalau drainasenya tidak berfungsi, kerusakan pasti berulang,” katanya.
Pemprov NTB memprioritaskan penanganan ruas jalan yang tidak lagi layak dilalui. Dari total sekitar 965 kilometer jalan di Pulau Sumbawa, Simpang Pototano dipilih karena menjadi jalur logistik utama penghubung Pulau Sumbawa, Pelabuhan Pototano, dan Pulau Lombok. Jalur ini dinilai vital bagi distribusi barang, ketahanan pangan, dan mobilitas masyarakat.
Setelah jalur logistik utama tertangani, Pemprov NTB berencana mengalihkan fokus pada perbaikan akses pariwisata. “Infrastruktur jalan harus menopang ketahanan pangan dan pariwisata. Itu kunci pertumbuhan daerah,” ujar Iqbal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....