Siaga Cuaca Ekstrem, Pemprov NTB Aktifkan Komando Terpadu
- 22 Jan 2026 21:02 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB ) mengaktifkan komando terpadu lintas organisasi perangkat daerah untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem dasarian III Januari 2026. Langkah ini diambil menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait peluang hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah NTB.
Wilayah lereng Gunung Rinjani dan Tambora menjadi perhatian utama. Berdasarkan analisis BMKG, curah hujan lebih dari 150 milimeter per dasarian diperkirakan terjadi dengan probabilitas 70 hingga lebih dari 90 persen di kawasan Sembalun, Bayan, Labuhan Badas, Pekat, dan Tambora.
Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Ahsanul Khalik, mengatakan pemerintah daerah memilih bersikap antisipatif dengan membangun kesiapsiagaan berbasis prakiraan cuaca.
“Kami tidak menunggu kejadian. Pencegahan dan kesiapan dilakukan sejak dini untuk menekan risiko dan menjaga keselamatan masyarakat,” ujarnya, Kamis, 22 Januari 2026.
Komando terpadu dipimpin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB sebagai leading sector kebencanaan. BPBD memperkuat pemantauan wilayah rawan, menyiapkan personel dan logistik, serta mengoptimalkan sistem peringatan dini dan respons cepat.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang memastikan kesiapan infrastruktur penunjang, mulai dari drainase, saluran irigasi, hingga akses jalan darurat di titik-titik rawan banjir dan longsor.
Sementara itu, Dinas Pertanian dan Perkebunan melakukan pendampingan petani untuk menyesuaikan pola tanam dan meminimalkan risiko gagal panen.
Dinas Sosial menyiapkan layanan kedaruratan sosial, termasuk dapur umum dan dukungan logistik apabila evakuasi warga diperlukan.
Upaya ini melibatkan TNI, Polri, Basarnas, Taruna Siaga Bencana, relawan, hingga pemerintah kabupaten/kota dan desa. Menurut Khalik, koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar dampak cuaca ekstrem dapat ditekan.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, tanpa mengabaikan keberlangsungan aktivitas ekonomi, terutama di kawasan sentra pangan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....