Pelabuhan Senggigi Ditutup Sementara Akibat Cuaca Buruk

  • 22 Jan 2026 20:14 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID., Lombok Barat - Cuaca ekstrem kembali mengganggu aktivitas transportasi laut di Nusa Tenggara Barat. Pelabuhan Senggigi, Lombok Barat, terpaksa menghentikan seluruh layanan pelayaran menyusul tingginya gelombang laut di alur Selat Lombok.

Kepala UPT Pelabuhan Senggigi, Iskandar Zulkarnaen, mengatakan kondisi cuaca sepanjang Januari ini masih belum stabil dan terus dipantau secara ketat melalui koordinasi langsung dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Memasuki bulan Januari, kondisi cuaca memang tidak menentu. Kami menerima informasi resmi dari BMKG yang langsung disampaikan ke kantor KUPP dan dikoordinasikan dengan kami di pelabuhan,” katanya.

Iskandar menjelaskan, penutupan pelabuhan bukan terjadi sekali. Dalam beberapa hari terakhir, aktivitas pelayaran harus dibuka dan ditutup secara situasional mengikuti perkembangan cuaca di lapangan.

“Kalau tidak salah, pada tanggal 14 sampai 15 Januari kemarin, pelabuhan kami tutup sementara karena cuaca buruk. Saat itu tinggi gelombang di alur pelayaran mencapai sekitar 2,5 hingga 4 meter,” ucapnya.

Kondisi tersebut, lanjut Iskandar, hingga kini belum mengalami perubahan signifikan. Pada hari Rabu 21 Januari 2026, tinggi ombak masih berada pada kisaran yang sama dan dinilai belum aman untuk aktivitas pelayaran, khususnya kapal penumpang jenis passboat.

“Untuk hari ini, ombak di alur pelayaran masih sekitar 2,5 sampai 4 meter. Dengan kondisi seperti ini, kapal-kapal kecil tidak memungkinkan untuk dioperasikan,” jelasnya.

Tidak hanya Pelabuhan Senggigi, penutupan operasional juga terjadi secara serentak di sejumlah dermaga lainnya. Baik pelabuhan yang berada di wilayah Lombok maupun Bali, seluruhnya mengikuti instruksi keselamatan dari BMKG.

“Semua dermaga pelabuhan, baik yang ada di Bali maupun di Lombok, hari ini sama-sama tidak beroperasi,” katanya.

Iskandar menegaskan, pihak pelabuhan tidak berani mengambil risiko dengan memaksakan pelayaran di tengah cuaca ekstrem. Keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan.

“Kami masih menunggu rilis resmi dari BMKG. Kalau BMKG menyatakan cuaca sudah membaik dan alur pelayaran dianggap layak, maka jalur akan langsung dibuka kembali,” ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan ramalan cuaca yang dirilis BMKG, gelombang tinggi di Selat Lombok masih berpotensi terjadi, sehingga penutupan jalur pelayaran sementara harus dilakukan hingga kondisi benar-benar aman.

“BMKG sudah menginstruksikan penutupan jalur pelayaran sambil menunggu cuaca membaik. Kalau sudah layak, kapal-kapal baru kami izinkan berlayar,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....