Gubernur NTB Takjub, Pemasyarakatan NTB Dorong UMKM WBP

  • 18 Jan 2026 09:32 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID., Mataram: Sabtu malam (17/1/2026) menjadi momen yang tak biasa di kawasan Kampung PAS, Kota Mataram. Di tempat yang selama ini identik dengan pembinaan warga binaan, suasana berubah hangat, hidup, dan penuh optimisme saat Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, hadir langsung meninjau kolaborasi Pemasyarakatan NTB bersama pelaku UMKM lokal.

Begitu tiba di lokasi, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal itu tampak tak langsung menuju panggung utama. Ia memilih berkeliling, menyapa satu per satu pelaku UMKM yang mengisi gerai di kawasan Kampung PAS. Senyum dan dialog ringan mewarnai langkahnya, seolah ingin melihat lebih dekat denyut ekonomi yang tumbuh dari ruang pembinaan tersebut.

Kehadiran UMKM lokal di Kampung PAS menjadi penanda kuat bahwa kawasan ini tak lagi tertutup. Di tempat inilah, warga binaan dan masyarakat dipertemukan dalam satu semangat yang sama: membangun kemandirian ekonomi berbasis karya.

Usai berkeliling, Miq Iqbal secara resmi membuka Galeri Produk Warga Binaan, sebuah ruang etalase yang menampilkan hasil kreativitas warga binaan dari berbagai lembaga pemasyarakatan di NTB. Mulai dari kerajinan tangan, produk kreatif, hingga karya bernilai jual tinggi, semuanya dipamerkan secara terbuka untuk publik.

Melihat langsung kualitas produk yang ditampilkan, Gubernur NTB mengaku tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya.

“Saya jujur takjub. Produk warga binaan ini kualitasnya sangat baik, bahkan layak bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya di sela peresmian.

Menurut Miq Iqbal, Kampung PAS bukan sekadar tempat pembinaan, melainkan simbol perubahan cara pandang terhadap pemasyarakatan. Ia menilai pendekatan kolaboratif seperti ini mampu mengangkat martabat warga binaan sekaligus memberi harapan baru ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

Suasana semakin hidup saat rangkaian acara diisi kesenian tradisional Cilokaq yang dibawakan komunitas pecinta budaya lokal. Nuansa kearifan daerah terasa kental, memperlihatkan bahwa Kampung PAS juga menjadi ruang pelestarian budaya.

Malam itu kian semarak ketika Jeruji Band, grup musik binaan pemasyarakatan, naik ke atas panggung. Denting musik dan sorak penonton memecah suasana. Gubernur tampak larut menikmati penampilan tersebut, menunjukkan apresiasi penuh terhadap potensi seni warga binaan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTB, Agung Krisna, menjelaskan galeri ini dirancang sebagai jembatan sosial bagi warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.

“Kami ingin masyarakat melihat langsung karya mereka. Melalui kolaborasi dengan UMKM, warga binaan dibekali keterampilan dan mental kewirausahaan agar siap mandiri setelah bebas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, program ini sejalan dengan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendorong pemberdayaan dan produktivitas warga binaan secara berkelanjutan.

“Kampung PAS kami dorong menjadi ruang harapan, bukan sekadar tempat menjalani hukuman,” katanya.

Melalui sinergi ini, Pemasyarakatan NTB berharap mampu ikut memperkuat ekonomi kerakyatan, sekaligus mendorong tumbuhnya produk lokal yang berdaya saing.

Di akhir kunjungan, pesan kuat tersirat dari suasana malam itu: bahwa jeruji besi bukan batas untuk berkarya. Kampung PAS kini berdiri sebagai bukti perubahan bisa lahir dari mana saja, bahkan dari tempat yang selama ini dipandang sebelah mata.

“Inilah wajah baru pemasyarakatan kita, lebih manusiawi dan penuh harapan,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....