Gerakan Cinta Madrasah, Cara Baru Mendidik Tanpa Paksaan

  • 17 Jan 2026 11:16 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID., Lombok Barat: Suasana Sabtu pagi di MTsN 2 Lombok Barat tampak berbeda. Senyum ceria para siswa menyatu dengan langkah kaki yang bergerak serempak mengikuti jalan sehat, senam pramuka, hingga senam Maumere yang berlangsung penuh semangat.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu (17/1/2026) itu menjadi ruang penyegar bagi seluruh keluarga besar madrasah. Sejak pagi, halaman sekolah dipenuhi tawa anak-anak yang menikmati momen kebersamaan sekaligus kegiatan bersih dan cinta lingkungan madrasah.

Kepala MTsN 2 Lombok Barat, H. Abdul Azis Faradi, M.Pd, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas olahraga, melainkan bagian dari gerakan pendidikan karakter yang tengah dibangun di madrasah.

“Ini adalah wujud nyata gerakan bersama dalam melaksanakan Kurikulum Berbasis Cinta,” ujarnya.

Ia menjelaskan, nilai cinta yang dimaksud tidak berdiri tunggal, melainkan mencakup berbagai aspek kehidupan peserta didik. Mulai dari cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, cinta terhadap ilmu pengetahuan, cinta pada diri sendiri dan sesama, hingga cinta terhadap alam, lingkungan, dan tanah air.

“Semua itu kami tanamkan melalui kegiatan nyata, bukan hanya lewat teori di ruang kelas,” katanya.

Menurutnya, kebersamaan dalam aktivitas pagi seperti ini mampu menumbuhkan empati, kedisiplinan, dan rasa memiliki terhadap madrasah sejak dini.

Abdul Azis yang baru dua pekan menjabat sebagai kepala madrasah juga mengungkapkan bahwa program tersebut menjadi bagian dari konsep kerja awal yang sedang ia terapkan secara bertahap.

“Pola kerja yang kami bangun adalah disiplin tanpa diawasi, bekerja tanpa diperintah, dan bertanggung jawab tanpa diminta,” ungkapnya.

Ia menegaskan, keberhasilan madrasah tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi oleh budaya kerja dan keteladanan yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga sekolah.

“Kunci kemajuan madrasah ada pada kebiasaan baik yang dijalankan bersama dan dijaga terus-menerus,” tandasnya.

Melalui kegiatan Sabtu pagi ini, ia berharap madrasah dapat menjadi ruang yang ramah, hangat, dan menyenangkan bagi siswa, sekaligus menjadi tempat tumbuhnya karakter generasi yang berakhlak dan mencintai lingkungannya.

“Kami ingin anak-anak datang ke madrasah dengan senyum, pulang membawa nilai, dan tumbuh dengan karakter,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....