Kemenag Batam Gelar Pesantren Ramadan di Lapas Kelas II A Batam
- 07 Mar 2026 22:47 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Dalam rangka mengoptimalkan momentum bulan suci Ramadan, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam menginisiasi program Pesantren Ramadan bagi warga binaan di Lapas Kelas II A Batam. Kegiatan pembinaan keagamaan tersebut berlangsung selama dua minggu, dimulai pada Senin, 2 Maret hingga Jumat, 13 Maret 2026.
Program ini merupakan hasil kerja sama yang terus terjalin antara Kemenag Kota Batam dengan pihak Lapas Kelas II Batam. Tujuannya adalah memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan sekaligus meningkatkan pemahaman spiritual bagi para warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta memperoleh pendampingan langsung dari para penyuluh agama Islam yang berpengalaman. Materi yang disampaikan difokuskan pada dua bidang utama, yakni fiqh ibadah dan aqidah Islam sebagai dasar dalam menjalankan kehidupan beragama.
Materi fiqh ibadah dibawakan oleh Nazahati Kosim. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai tata cara beribadah yang benar sesuai tuntunan syariat, termasuk pembahasan mengenai thaharah atau tata cara bersuci serta pelaksanaan salat yang tepat.
Sementara itu, materi aqidah Islam disampaikan oleh H. Bima Sakti, S.Ag. Ia menekankan pentingnya penguatan nilai tauhid sebagai fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim, sehingga para warga binaan memiliki pegangan iman yang kuat dalam menjalani kehidupan.
Nazahati Kosim menekankan pentingnya mensucikan diri:
"Program ini bukan sekadar mengejar materi, tetapi momentum untuk menyucikan diri. Sebagaimana kita belajar Thohara sebelum sholat—membersihkan diri dari hadas—saya berharap warga binaan juga mampu membersihkan niat dan menata hati untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya."
Sementara itu, H. Bima Sakti, S.Ag menyoroti peran Tauhid sebagai pelabuhan ketenangan:
"Tauhid adalah pondasi dari segala ibadah. Dengan menanamkan keyakinan yang kuat kepada Allah SWT, warga binaan akan memiliki pelabuhan hati yang damai. Saya ingin mereka menyadari bahwa Allah selalu dekat bagi hamba-Nya yang ingin bertobat, dan masa di sini bisa menjadi titik balik untuk meraih ketenangan batin yang sejati."
Melalui penyampaian materi yang sistematis serta mudah dipahami, para penyuluh berharap ilmu yang diterima tidak hanya berhenti pada pemahaman semata, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Program ini sekaligus menjadi bukti komitmen Kemenag Kota Batam dalam memberikan pembinaan mental dan spiritual kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk warga binaan di lembaga pemasyarakatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....