Ramadan, Saatnya Membersihkan Harta dan Menyucikan Jiwa
- 06 Mar 2026 18:58 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID- Sabang : Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, ramadan adalah bulan muhasabah atau disebut juga bulan evaluasi diri. Tidak hanya memperbaiki ibadah tetapi juga memperbaiki cara bagi hambanya dalam mencari, mengelola bahkan membelanjakan harta, karena harta di dalam Islam bukan hanya sekedar milik pribadi, tetapi juga sebagai amanah dari Allah SWT.
Dalam surat Al Baqarah ayat 278, Allah mengatakan “Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Alah dan tinggalkan sisa riba yang mereka lakukan jika kamu orang yang beriman”. Ayat ini menegaskan keberkahan harta bergantung pada kehalalannya, ramadan menjadi momentum terbaik dalam mencari harta.
Tgk. Nazar Fuadi Nur, S.H.,M.H. dalam program Kalam Ramadan RRI Sabang menjelaskan apabila selama ini ada hal yang menjadikan harta yang dimiliki tidak jelas kehalalannya, maka momentum Ramadan menjadi waktu yang terbaik untuk berhenti dan bertaubat kepada Allah SWT.
Harta yang di dalamnya mengandung unsur keharaman sekilas akan terlihat banyak, akan tetapi tidak membawa ketenangan kepada pemiliknya. Ramadan juga menjadi momentum terbaik untuk membersihkan harta dengan melakukan pembayaran zakat dan memperbanyak sadaqah.
“Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang paling dermawan beliau lebih dermawan lagi ketika berada di bulan Ramadan, zakat dan sedekah bukan hanya mengurangi harta atau memperbaiki harta yang mengandung unsur keharaman di dalamnya tetapi juga justru membersihkannya,” ujar Tgk. Nazar, Minggu 1 Maret 2026.
Sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis yang berartikan harta tidak akan berkurang karena banyaknya sedekah yang dilakukan oleh seseorang. Oleh karena itu jadikan ramadan sebagai momen untuk lebih memberi peduli kepada sesama di lingkungan terdekat.
Tgk, Nazar mengajak kepada semua agar memanfaatkan ramadan ini untuk mengendalikan diri dari berbagai macam gaya hidup yang sehari-hari dijalani. “Betapa banyak kita melihat gaya hidup kita cenderung bergaya hidup yang konsumtif, glamor, itu bukan ajaran kita. Ironisnya kadang ramadan justru menjadi bulan yang konsumtif, lebih banyak mempertimbangkan memilih makanan untuk berbuka, padahal hakikatnya puasa adalah melatih kesederhanaan seseorang supaya tidak berlebihan,” ungkapnya.
Ditambahkannya manfaatkan momen ramadan ini untuk menata kembali niat dalam bekerja, mencari nafkah adalah ibadah tetapi niat juga harus lurus agar kembali berkah sesuai yang dituntun oleh Allah SWT. Apakah harta yang dicari untuk mendekatkan diri kepada Allah atau justru sebaliknya.
“Ramadan hanya datang setahun sekali, bisa jadi mungkin ini merupakan Ramadan terakir bagi kita, oleh karena itu mari sama-sama kita manfaatkan momen ramadan ini dengan sebaik mungkin untuk mengevaluasi diri kita, harta yang selama ini kita miliki, mudah-mudahan harta yang kita miliki memiliki unsur kehalalan yang baik sehingga amalan kita dapat diterima oleh Allah SWT, semoga Allah membersihkan harta kita, melapangkan rezeki yang halal dan menjadikan ramadan ini sebagai ramadan terbaik dalam hidup kita,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....